Berita Lampung

KH Ahmad Hanafiah Sah Jadi Pahlawan Nasional asal Lampung

KH Ahmad Hanafiah menjadi pahlawan nasional menemani Radin Inten yang sama-sama berasal dari Lampung.

Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Istimewa
KH Ahmad Hanafiah telah resmi menjadi pahlawan nasional. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - KH Ahmad Hanafiah secara sah dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

KH Ahmad Hanafiah menjadi pahlawan nasional menemani Radin Inten yang sama-sama berasal dari Lampung.

KH Ahmad Hanafiah menjadi pahlawan nasional berdasarkan surat informasi Kementerian Sekretariat Negara tentang calon penerima gelar pahlawan nasional tahun 2023.

Surat tersebut ditandatangani oleh Sekretaris Militer Presiden Laksda TNI Hersan pada 3 November 2023 lalu.

Informasi tersebut dibenarkan Sekretaris Provinsi Lampung Fahrizal Darminto, Selasa (7/11/2023).

"Kami memang sudah menerima kabar," kata Fahrizal.

Selain surat, penetapan KH Ahmad Hanafiah sebagai pahlawan nasional sudah ditetapkan dalam bentuk keputusan presiden.

Fahrizal mengatakan, pada 8 November ahli waris KH Ahmad Hanafiah akan menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo di Jakarta.

"Bahwa usulan pahlawan nasional akan diberikan penghargaannya oleh presiden, tapi kita belum lihat Keppresnya," tambahnya.

Sebagai informasi, KH Ahmad Hanafiah dinobatkan menjadi pahlawan nasional bersama lima nama lain yang telah diusulkan.

Mereka adalah Ida Dewa Agung Jambe dari Bali, Bataha Santiago dari Sulawesi Utara, M Tabrani dari Jawa Timur, Ratu Kalinyamat dari Jawa Tengah, dan KH Abdul Chalim dari Jawa Barat.

KH Ahmad Hanafiah sendiri merupakan ulama pendiri pondok pesantren pertama di Provinsi Lampung.

KH Ahmad Hanafiah dinilai sudah sangat pantas menjadi pahlawan nasional yang berasal dari Provinsi Lampung.

Selain karena ulama pendiri pondok pesantren pertama di Lampung atau tepatnya Pondok Pesantren Istishodiyah di Sukadana, Lampung Timur, KH Ahmad Hanafiah juga terlibat langsung dalam perjuangan melawan penjajah.

Pria kelahiran Sukadana, Lampung Timur ini pernah terlibat dalam perlawanan agresi Belanda tahun 1947.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved