Berita Lampung

Polda Lampung Temukan Dugaan Limbah Cairan Mirip CPO di Puri Gading 

Polda Lampung menemukan dugaan limbah cairan mirip Crude Palm Oil (CPO) di Puri Gading, Kecamatan Telukbetung Timur. 

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Istimewa/Tribunlampung.co.id
Anggota Dirpolairud Polda Lampung memperlihatkan air laut tercemar oleh cairan yang diduga CPO minyak. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polda Lampung menemukan dugaan limbah cairan mirip Crude Palm Oil (CPO) di Puri Gading, Kecamatan Telukbetung Timur. 

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Umi Fadilah Astutik mengatakan, pihaknya telah menemukan cairan seperti CPO yang mencemari lautan pesisir Kota Bandar Lampung. 

Baca juga: Pemkot Bakal Unggulkan Wisata Kuliner di Bandar Lampung

Baca juga: Berita Terbaru Tribun Lampung

"Ada cairan yang diduga CPO kami temukan di perairan Kota Bandar Lampung," ujarnya kepada Tribun Lampung,  Minggu (12/11/2023). 

Ia mengatakan, petugas melihat bahwa cairan tersebut merupakan CPO atau minyak mentah berwarna kuning. 

Personel Ditpolairud Polda Lampung telah dikerahkan.

Polisi telah melihat dalam kejadian tersebut adanya penemuan minyak serta sudah mengambil sampel minyak untuk dilakukan pengecekan. 

Pihaknya akan berupaya pengungkapan penemuan dugaan CPO tersebut. 

Polisi berharap ekosistem laut agar tetap terjaga. 

"Jangan sampai laut kita terganggu oleh dugaan minyak CPO yang mencemari laut," kata Kombes Pol Umi. 

Polisi secepatnya akan mengungkap dari mana berasalnya cairan yang membuat ekosistem laut tersebut terganggu.

Sementara Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Lampung AKBP Ruzwan Bahri mengatakan, tim sudah diterjunkan dalam menyelidiki dugaan minyak CPO tersebut. 

"Personel telah kami kerahkan dalam pengumpulan barang bukti serta keterangan di lapangan," kata AKBP Ruzwan. 

Polisi masih melakukan penyelidikan secara mendalam. 

"Polisi saat ini tengah bekerja," ujarnya.

Pihaknya saat ini juga masih dalam pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). 

AKBP Ruzwan mengatakan, pihaknya setelah pengumpulan baket akan ada tahapan selanjutnya. 

Ia mengatakan, air laut terlihat jelas kuning kecoklatan. 

Air tersebut menandakan bawah air laut tersebut tidak baik-baik saja.

"Sangatlah membahayakan bagi ekosistem laut seperti ikan hingga terumbu karang," kata AKBP Ruzwan.(Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved