Liputan Khusus

Tertinggi Harga Kopi di Lampung saat El Nino Rp 40 Ribu per Kilogram

Sebelum terjadi El Nino harga kopi tertinggi di Lampung hanya di angka Rp 25 ribu per kilogram. Sehingga selisih Rp 15 ribu per kilogram.

Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Harga kopi di Lampung saat El Nino tertinggi Rp 40 ribu per kilogram. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Harga tertinggi kopi di Lampung saat kemarau panjang El Nino Rp 40 ribu per kilogram. 

Sebelum terjadi El Nino harga kopi tertinggi di Lampung hanya di angka Rp 25 ribu per kilogram. Sehingga selisih Rp 15 ribu per kilogram.

Baca juga: Gegara Kekeringan, Produksi Kopi di Lampung Turun hingga 60 Persen

Baca juga: Mayoritas Tanaman Kopi di Lampung Mati Kering Terpanggang Terik Matahari

Akan tetapi tidak semua petani di Lampung mendapat harga yang sama ketika menjual buah kopi di saat musim kering El Nino.

Karena tidak semua petani kopi di Lampung menjual kepada pedagang besar, melainkan ada yang ke tengkulak.

Harga terendah yang didapat petani Rp 35 ribu per kilogram. Sehingga kisaran harga kopi saat El Nino antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. 

Naiknya harga kopi itu  masih jadi kabar baik bagi petani. Naiknya harga kopi ini diyakini akibat produksi yang berkurang.

Neri, petani kopi di Kabupaten Pesawaran mengatakan, harga saat ini Rp 35 ribu-Rp 40 ribu per kilogram (kg). Sebelumnya, paling tinggi Rp 25 ribu per kg.

Ia menjual panen kopinya ke tengkulak. Menurutnya, banyak petani tidak memiliki modal sebagai kebutuhan biaya operasional tanam. Sehingga, ini diibaratkan sebagai tanam saham dari tengkulak kepada petani.

“Dengan demikian, sistem hasilnya adalah tengkulak menyediakan pupuk dan kebutuhan pangan, lalu setelah panen dan dijual akan dipotong dari jumlah berapa kebutuhannya,” jelasnya.

Madian, petani kopi Pesisir Barat mengatakan, masih bersyukur meski panen berkurang namun harga kopi melonjak.

"Tahun kemarin hasilnya banyak tapi harganya murah cuma Rp 20 ribu/kg. Sekarang hasilnya sedikit tapi harganya jadi Rp 40 ribu," bebernya. Ia menjual hasil panennya kepada pengepul yang ada di daerah setempat.

Andri, petani kopi di Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat mengatakan, harga kopi masih stabil di kisaran Rp 35-38 ribu per kg. Ia menjual hasil kopinya kepada agen-agen besar yang ada di kecamatan setempat.

Sementara Alek Mahad, petani kopi di Way Kanan mengaku harga hari ini (Minggu) Rp 35.500/kg. Pada Juni lalu harga sempat Rp 39.500/kg. Ia biasa menjual ke tengkulak.

Tanaman Mati Kekeringan

Zhakariya termenung memadang kebun kopinya di Pekon Ngarip Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus. Hampir sebagian besar tanaman kopi mengering, daun-daun rontok, dan buah kopi tidak bisa dipanen karena kering.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved