Berita Lampung
Mahasiswi UBL Raih Emas Cabang Olahraga Wushu Sanda Porwil Sumatera
mahasiswi Informatika Universitas Bandar Lampung (UBL) A Zahro meraih medali emas cabang olahraga Wushu sanda Porwil Sumatera
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Mahasiswi Informatika Universitas Bandar Lampung (UBL) A Zahro meraih medali emas cabang olahraga Wushu sanda Porwil Sumatera di Stadion Kaharudin Nasution Rumbai Pekan Baru, tanggal 4-7 November 2023.
Saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (17/11/2023), gadis yang akrab disapa Zahro itu mengatakan, setelah mendapat medali emas di Porwil Sumatera, selanjutnya Zahro akan mewakili Lampung pada PON 2024.
Baca juga: Breaking News Mantan Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto Tutup Usia
Baca juga: Berita Terbaru Tribun Lampung
Zahro mengaku merasa senang dan bangga bisa meraih medali emas di Porwil Sumatera.
Apalagi Zahro bisa meraih medali emas, karena Zahro latihan wushu sanda selama dua bulan.
Latihan wushu sandanya setiap pukul 07.00 atau 08.00-10.30 dan pukul 16.00 hingga maghrib.
"Sebenarnya aku sudah mendapat dispen untuk kuliah, tapi kalau aku ada kuliah siang dan aku tidak capek latihan wushu sanda aku ikut kuliah," ujar gadis kelahiran Penengahan, 2 Agustus 2003 itu.
Selama latihan wushu sanda, lelah sudah pasti dirasakan Zahro, tapi itu tidak membuat Zahro menyerah, karena keinginan kuat Zahro untuk bisa menang.
Zahro menceritakan, sudah mulai latihan wushu sanda sejak Oktober 2022.
Sebelum latihan wushu sanda, Zahro pernah mengikuti latihan dan pertandingan karate serta bulu tangkis sejak masih kecil
Zahro latihan wushu sanda, karena ketika itu ada seseorang yang mengajak Zahro untuk menjajal latihan wushu sanda.
Setelah menjajal latihan wushu sanda, ternyata Zahro suka dengan wushu sanda, dan memutuskan untuk tetap latihan wushu sanda.
Di bulan Desember 2022. Zahro memberanikan diri untuk ikut Porprov cabang olahraga. wushu sanda
"Aku berani langsung ikut Porprov meski baru dua bulan latihan, karena basic wushu dan karate sama, hanya beda di bantingan serta di silat tidak boleh ada pukul kepala," ujar Zahro.
Ibu Zahro Aida Puri mengaku senang dan bangga Zahro mendapatkan medali emas.
Artinya, doa Aida selama dua jam setelah sholat ashar untuk kemenangan Zahro saat Zahro bertanding dikabulkan Allah.
Rasa senang dan bangga langsung diungkapkan Aida ketika anaknya mengabari dirinya menang lewat telepon setelah sampai di Bandar Lampung, karena Aida tinggal di Krui dan Zahro tinggal di Bandar Lampung
"Zahro baru telepon saat di Bandar Lampung karena Zahro tidak tahu kalau handphoennya mati," kata Aida.(Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Mahasiswi-Informatika-Universitas-Bandar-Lampung-UBL-A-Zahro.jpg)