Berita Lampung
Kenali Penyebab dan Cara Atasi Penyakit Disentri pada Anak
Ada banyak penyakit yang bisa dialami anak-anak, salah satunya adalah disentri. Dokter Rumah Sakit Mardiwaluyo Metro Lampung Huminsa Ranto, Sp.A, M.Sc
Penulis: Jelita Dini Kinanti | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Ada banyak penyakit yang bisa dialami anak-anak, salah satunya adalah disentri.
Dokter Rumah Sakit Mardiwaluyo Metro Lampung Huminsa Ranto, Sp.A, M.Sc mengatakan, disentri disebabkan bakteri shigella disentri, yakni salah satu bakteri yang menyerang saluran pencernaan.
Baca juga: Penyebab, Gejala, dan Terapi Psoriasis
"Bakteri shigella disentri masuk kedalam tubuh melalui mulut," ujarnya yang sedang menempuh pendidikan di Konsultan Tumbuh Kembang Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jumat (22/12/2023).
Masuknya bakteri shigella disentri ke mulut melalui makanan yang dihinggapi lalat yang membawa bakteri shigella disentri
Bisa juga masuk ke mulut melalui air kurang bersih yang ada bakteri shigella disentri.
Tak hanya itu, bakteri shigella disentri juga bisa masuk ke mulut melalui tangan.
"Biasanya yang suka sekali memasukan tangan kedalam mulut adalah anak-anak," ujarnya.
"Ada anak-anak yang dalam fase merangkak, suka merangkak kesana kemari kemudian memasukan tangan kedalam mulut," sambung dr Ranto.
Gejala disentri adalah mual, muntah, demam, diare, buang air besar berdarah, dan perut yang sangat sakit
Terkadang disentri juga disertai dengan gejala tidak mau makan.
Jika mengalami disentri, sebaiknya segera datang ke dokter agar bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.
Di antaranya adalah pemberian zink selama 14-21 hari dan pemberian antibiotik.
Dokter juga akan meminta pasien minum yang banyak agar tidak dehidrasi, dan banyak makan.
Namun makanan yang dimakan sebaiknya jangan makanan yang merangsang seperti makanan pedas dan asam.
Pengobatan disentri sebaiknya dilakukan dengan segera, karena jika disentri dibiarkan akan menyebabkan sepsis
"Apabila sepsis tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan meninggal dunia," tutur dr Ranto.
Cara Cegah Disentri
dr Ranto mengatakan pencegahan disentri sebenarnya sangat mudah dilakukan.
Pertama adalah menjaga kebersihan, tubuh, tangan, dan rumah terutama yang memiliki anak sedang dalam fase merangkak.
Kemudian jangan jajan atau membeli makanan dan minuman yang kurang bersih.
"Saya selama ini tidak pernah melarang anak-anak jajan, silakan saja, asal jajannya makanan dan minuman yang bersih," ucapnya.
Cara lain cegah disentri dengan menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan sehat, banyak minum air putih, dan tidak begadang.
Jika daya tahan tubuh bagus kemudian ada sedikit bakteri salmonella disentri masuk ke tubuh, maka tubuh akan bisa mengatasi bakteri itu," tutup dr Ranto. (Tribunlampung.co.id/Jelita Dini Kinanti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dr-Huminsa-Ranto-SpA-MSc-dari-Rumah-Sakit-Mardiwaluyo-Metro.jpg)