Berita Terkini Nasional

Warga di Bogor Diseret dan Diikat Polisi, Ternyata Petugas Salah Tangkap

Polisi itu memperlakukan Subur dengan cara yang kasar agar mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Subur.

Editor: taryono
istimewa
Kasus salah tangkap oleh polisi terjadi di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus salah tangkap oleh polisi terjadi di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Korban bernama Subur. Dia mengaku diseret dan diikat oleh polisi.

Saat kejadian, Subur bersama istrinya mengantre mengisi BBM di SPBU di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tiba-tiba personel anggota berpakaian preman yang dilengkapi dengan senjata itu memaksa Subur mengaku sebagai bagian dari sindikat perampok minimarket.

 Oknum anggota itu pun langsung meringkus Subur yang saat itu tak tahu apa-apa.

Polisi itu memperlakukan Subur dengan cara yang kasar agar mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Subur.

"Saya diseret dimasukkin ke mobil, tangan saya diikat. Saya dijedotin ke kursi mobil avanza," ujarnya kepada wartawan.

Karena merasa tidak pernah terlibat dengan aksi kejahatan yang dimaksud, Subur pun berusaha berontak dari sergapan petugas.

"Di situ saya berontak engga terima karena dituduh sindikat perampokan," kata penjual keripik tersebut.

Pengakuan polisi

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menjelaskan, peristiwa bermula saat tim Resmob Satreskrim Polres Bogor dan tim gabungan sedang memburu pelaku pencurian minimarket di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor yang mengakibatkan kerugian mencapai Rp 190 juta.

Tim Gabungan Resmob berhasil mengidentifikasi tujuh orang tersangka, di antaranya MM (50), MT (31), SS (46), D (50), K (44), AD (41), dan FF (37). 

"Hasil interogasi menunjukkan bahwa para pelaku terlibat dalam jaringan kejahatan lintas daerah, termasuk Depok, Jawa Tengah, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Purwakarta, dan Cimahi," ujar AKP Teguh Kumara melalui keterangannya, Sabtu (10/2/2024).

Proses penangkapan tersangka dilakukan secara berjenjang, dimulai dengan penangkapan FF, K, dan D.

Pada tahap berikutnya, tim gabungan melakukan penyelidikan di daerah Cileungsi, yang mengarah pada penangkapan SS pada (7/2/2024).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved