Berita Lampung

Banyak UMKM Pertanian di Lampung Masih Kesulitan Mengurus Izin Edar Pangan

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti mengatakan, banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum memiliki izin

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Agustina Suryati | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Agustina Suryati
Aktivitas UMKM sektor pertanian dalam pertemuan bisnis matching di Hotel Horison, Bandar Lampung, Desember 2023 lalu. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Lampung Lili Mawarti mengatakan, banyak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) belum memiliki izin edar pangan seperti NKV, MD, PIRT, dan halal.

Padahal, izin edar pangan tersebut menjadi syarat sesuai dengan UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

Lili menjelaskan, salah satu kendala utama yang dihadapi UMKM adalah mengenai biaya yang relatif besar untuk bisa memenuhi standar izin edar pangan.

Selain itu, adanya keterbatasan RPH dan RPU Halal turut serta menyulitkan UMKM dalam mendapatkan bahan baku ternak potong, sehingga proses pengurusan perizinan halal menjadi terhambat.

Tidak hanya itu, pemahaman terkait kewajiban memiliki Sertifikasi NKV dan penggunaan metode pengajuan secara online melalui OSS juga menjadi tantangan bagi pelaku UMKM peternakan juga dirasa kurang.

"Bukan itu saja, inkonsistensi kualitas produk, faktor modal, SDM, hingga ketersediaan bahan baku dan kapasitas produksi yang terbatas juga menjadi permasalahan utama," katanya di Bandar Lampung, Senin (12/2/2024).

Menurutnya, kurangnya pemahaman terkait promosi, literasi digital, riset pasar, cara menjangkau pasar, dan manajemen keuangan juga menjadi kendala serius bagi pelaku UMKM peternakan.

"Menghadapi sejumlah tantangan ini, monitor ketersediaan produk UMKM juga belum tersistem dengan baik, menambah kompleksitas dalam mengelola usaha mereka," terangnya. 

Pihaknya mengatakan telah melakukan berbagai strategi untuk menyelesaikan perkara tersebut.

Upaya yang dilakukan seperti sosialisasi dan pembinaan terkait pangan olahan peternakan kepada UMKM.

Kemudian, melaksanankan kegiatan berupa pembangunan atau perbaikan rumah produksi, dan pembelian alat mesin yang sesuai standar pangan.

Turut juga memberikan pelatihan pangan olahan berbahan asal ternak kepada UMKM, tak hanya itu, untuk memenuhi persyaratan NKVD pihaknya melakukan sosialisasi dan pendampingan secara langsung.

"Kita juga menyebarkan informasi terkait NKV melalui media cetak dan elektronik," terangnya. 

“Kami juga sudah memfasilitsi lewat pertemuan bisnis matching antara pengusaha pasar modern dengan UMKM peternakan agar dapat menjembatani dan mengomunikasikan permasalahan dan kebutuhan pasar modern dengan UMKM Peternakan,” tambahnya.

Berikutnya, pihaknya menerangkan juga telah melakukan promosi produk UMKM peternakan dengan melaksanakan bazar dan mengikuti pameran, baik yang diadakan di Lampung maupun internasional turut menjadi strategi andalannya pula.

"Terakhir, membuat buku profil pelaku usaha peternakan Lampung sebagai media informasi dan promosi ke masyarakat. Itu solusi yang Kita upayakan," tutupnya. (Tribunlampung.co.id/ Agustina Suryati)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved