Berita Lampung
Pemkab Lampung Selatan Gelar Pasar Murah Beras Rp 53 Ribu Ukuran 5 Kilogram
Tekan harga beras yang tinggi di Lampung Selatan, Pemkab menggelar pasar murah di Musrenbangcam.
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Indra Simanjuntak
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Tekan harga beras yang tinggi di Lampung Selatan, Pemkab menggelar pasar murah di Musrenbangcam.
Diketahui, Pemkab Lampung Selatan sudah menggelar Musrenbangcam di 17 kecamatan yang ada, terakhir di Desa Bulog, Kecamatan Kalianda, Rabu (21/2/2024).
Saat kegiatan Musrenbangcam di 17 kecamatan yang ada di Lampung Selatan tersebut, pemerintah kabupaten menggelar pasar murah dimana menjual bahan kebutuhan pokok termasuk beras.
Di setiap Musrenbangcam tersebut pemerintah kabupaten menyetok 7 ton beras harga Rp 53 ribu ukuran 5 kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustri (Disdagperin) Lampung Selatan Hendra Jaya membenarkan pihaknya menggelar pasar murah di kegiatan Musrenbang.
Lebih lanjut Hendra menyebut, pasar murah tersebut diinisiasi oleh Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.
Masih kata Hendra, pihaknya bekerjasama dengan DPTHP dan Bulog untuk menggelar acara pasar murah tersebut.
"Kami buka pasar murah, dimana menjual barang-barang pokok. Yang jelas harganya lebih murah daripada harga di pasaran. Seperti harga beras. Kita jual di sini Rp 53 ribu yang ukuran 5 kg," kata Hendra.
Hendra menyebut beras yang dijual di pasar murah tersebut SPHP.
Pihaknya menyediakan 7 ton beras dalam kegiatan pasar murah di Musrenbangcam tersebut
Bagian Humas Bulog Lamsel Danang, menjelaskan untuk setiap event pasar murah, Bulog menyediakan sebanyak 7 ton beras.
"Sejak awal kegiatan Musrembang cam, kita (Bulog) sudah menggelar pasar murah. Hari ini Rabu pasar murah akan digelar di Desa Bulok Kalianda," ujarnya.
Menurut Danang, di pasar murah itu, beras merk SPHP dijual dengan harga Rp 53 ribu per 5 kg.
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)
| Lewat “Radin Inten Menyapa”, Pangdam Buka Dialog dengan Mahasiswa Lampung |
|
|---|
| Dugaan Honorer Fiktif di Pemkot Metro, PUSKADA Minta Penyidikan Dipercepat |
|
|---|
| Tragis, IRT di Lampung Meninggal Dunia Tersambar Petir, Rekannya Kritis di RS |
|
|---|
| Kejati Sebut Arinal Berperan Aktif Kasus Korupsi PI 10 Persen, Pengacara: Menyesatkan! |
|
|---|
| Cerita Aji Pulang dari Jerat Calo Kapal Ikan, Kerja Berat, Gaji Tak Dibayar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Tekan-harga-beras-yang-tinggi-di-Lampung-Selatan.jpg)