Berita Lampung

Kemarau dan Gagal Panen Jadi Penyebab Harga Beras Naik di Pesawaran

DKP menyebut kemarau panjang dan gagal panen menjadi penyebab harga beras naik di Pesawaran, Lampung.

Tayang:
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Kepala DKP Hendra Sulistianto kepada Tribun Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesawaran - Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyebut kemarau panjang dan gagal panen menjadi penyebab harga beras naik di Pesawaran, Lampung.

Hal itu dikatakan oleh Kepala DKP Pemkab Pesawaran, Hendra Sulistianto kepada Tribun Lampung, Kamis (22/2/2024),

Hendra mengatakan, selain itu, ada penyebab lain yang membuat harga beras naik.

Kata dia, di Kabupaten Pesawaran saat ini baru memasuki musim tanam.

“Sehingga ini yang menyebabkan ketersediaan di pabrik berkurang,” katanya.

Hendra menjamin, di Kabupaten Pesawaran ketersediaan beras yang ada saat ini sampai panen tahap pertama dapat terkondisikan dengan aman.

“Ya, saat ini ketersediaan beras sampai panen tahap pertama mudah-mudahan aman,” ucap Hendra.

Dia mengatakan, harga beras saat ini di setiap pasat mengalami kenaikan dengan harga yang beragam.

Per Februari ini harga beras super mencapai Rp 15 ribu per kilogram.

Harga beras ini mengalami kenaikan sebanyak dua kali di hingga minggu ke tiga di bulan ini.

“Pada minggu pertama dan kedua harga beras super Rp 13.800 dan minggu ketiha naik menjadi Rp 15 ribu,” katanya.

Pada beras medium harga saat ini per kilogram mencapai Rp 13.500.

“Harga beras medium pada minggu pertama dan ketiga Rp 12.700,” tambahnya.

Saat ditanya apakah Pemkab Pesawaran akan menyelenggarakan pasar murah, pihaknya masih merencanakannya.

“Rencananya ada masih nyusun tempat, vendor dan waktunya,” ungkapnya.

Terkait harga beras yg naik secara nasional termasuk di pesawaran pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pihak bulog untuk meningkatkan beras SPHP.

(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved