Polisi Meninggal Ditembak di Lampung
Kesaksian Tukang Sapu Soal Penembakan yang Akibatkan Polisi Intel Polda Lampung Gugur
Taufik, petugas kebersihan tersebut menyaksikan langsung peristiwa tragis yang membuat Brigpol Arya Supena gugur ditembak pelaku curanmor.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Penembakan yang mengakibatkan anggota polisi bagian Intelijen Keamanan Negara Polda Lampung ternyata disaksikan oleh seorang tukang sapu jalan.
Taufik, petugas kebersihan tersebut menyaksikan langsung peristiwa tragis yang membuat Brigpol Arya Supena gugur ditembak pelaku pencurian motor ( curanmor).
Peristiwa penembakan itu terjadi di Jalan ZA Pagar Alam, depan Toko Yussy Akmal, Kecamatan Labuhan Ratu, Kota Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Ketika itu Taufik sedang menyapu jalan seperti biasanya di sepanjang Jalan ZA Pagar Alam hingga kawasan SPBU MBK. Ia mengaku mendengar satu kali letusan senjata api sebelum melihat pelaku berlari sambil membawa pistol.
“Pelaku hanya sekali meletupkan senpi ke arah korban,” kata Taufik saat diwawancarai dalam program Saksi Kata Tribun Lampung, Minggu (10/5/2026).
Baca juga: Jerit Tangis Ibunda Arya Anggota Polisi Gugur Ditembak di Bandar Lampung
Namun, Taufik tidak melihat secara jelas proses penembakan karena terhalang tembok rumah kosong di sekitar lokasi kejadian.
Dia sempat melihat pistol terjatuh saat korban dan pelaku bergumul. Akan tetapi, ia tidak tahu senjata tersebut milik siapa.
Taufik kemudian melihat korban sudah tergeletak di jalan dalam kondisi masih mengenakan helm. “Korban terlentang di jalan, sementara pelaku lari sambil mengacungkan pistol,” ujarnya.
Ia mengaku sempat berniat memukul pelaku menggunakan sapu yang dibawanya saat bekerja. Namun, niat tersebut urung setelah pelaku mengarahkan pistol ke wajah Taufik.
“Saya mau gebuk pakai sapu, tapi dia todong pistol ke arah saya, jadi langsung mundur,” ungkap Taufik.
Menurut Taufik, pelaku menodongkan senjata api ke arahnya sesaat setelah menembak korban. Dalam kondisi panik dan ketakutan, Taufik hanya bisa menyaksikan pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor.
Selanjutnya pelaku yang berboncengan dengan satu sepeda motor tersebut menghilang dari pandangan setelah masuk Gang Keramat.
Gugur saat Jalankan Tugas
Kapolda Lampung Irjen Helfi Assegaf mengungkapkan, Brigadir Arya Supena gugur saat berusaha menggagalkan aksi curanmor.
Menurut dia, saat itu Brigadir Arya hendak mengantar laporan piket. Namun, dalam perjalanan ia melihat dua orang mencurigakan yang diduga sedang beraksi mencuri motor.
“Brigadir Arya mencoba menegur para pelaku. Namun, situasi berubah menjadi tegang hingga terjadi perkelahian antara korban dan pelaku,” kata Helfi saat diwawancarai di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung, Sabtu (9/5/2026).
| Pelaku Penembakan Brigadir Arya Supena Kabur ke Arah Gang Keramat Seusai Beraksi |
|
|---|
| Cerita Taufik Urung Kejar Penembak Brigadir Arya Gara-gara Ditodong Pistol |
|
|---|
| Begal Tembak Polisi di Lampung, Pengamat Sebut Masih Ada Budaya Mau Punya Uang Ogah Kerja Keras |
|
|---|
| Kapolda Lampung Beberkan Kronologi Penembakan Brigadir Arya Supena |
|
|---|
| Polisi Gugur Ditembak, Akademisi UBL Beberkan Akar Masalah Curanmor di Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kesaksian-tukang-sapu-soal-penembakan-yang-akibatkan-polisi-intel-Polda-Lampung-gugur.jpg)