Berita Lampung
Panen Raya, Petani di Metro Barat Untung Rp 45 Juta per Hektare
Panen raya padi di Metro digelar di area persawahan Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Metro, Senin (26/2/2024).
Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: soni
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Metro - Panen raya padi di Metro digelar di area persawahan Kelurahan Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Metro, Senin (26/2/2024).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Metro, Heri Wiratno mengatakan, keuntungan petani pada musim tanam kali ini terbilang tinggi.
"Kalau keuntungan petani jelas tinggi, karena satu hektare bisa mencapai Rp 45 juta," kata dia.
"Kalau biaya perawatan hingga panen mereka berkisar antara Rp 10 juta sampai Rp 15 juta, jadi lumayan-lah," tambahnya.
Ia menuturkan, meskipun petani diuntungkan, dampak kerusakan infrastruktur pertanian kerap dijumpai seusai memasuki musim panen.
"Ya memang benar, selama ini kita selalu ada alat berat di sawah dan merusak jalan usaha tani, pematang dan lain sebagainya," terangnya.
Sehingga, lanjut dia, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan pihak ketiga, serta petani untuk mengantisipasi rusaknya infrastruktur pertanian.
"Nanti kita akan duduk bersama dengan pihak ketiga terutama yang memiliki kendaraan besar untuk panen dan petani sendiri serta pemerintah kecamatan untuk membicarakan ini," tuturnya.
"Surat undangan mungkin kami hanya akan memberikan surat edaran agar infrastruktur itu dirawat secara bersama-sama. Paling tidak itu yang akan kita lakukan," lanjut dia.
Terpisah, Ketua Gapoktan Karya Manunggal, Mulyosari, Kecamatan Metro Barat, Lasmiati mengatakan, 202 hektare lahan pertanian persawahan di Kelurahan Mulyosari dikelola oleh 9 kelompok tani.
Ia menambahkan, ratusan hektare areal persawahan itu ditanami padi varietas Cibatu, dan Inpari 32.
"Tapi kami tetap semangat dengan sekarang hasil padi yang seharga Rp 7.500 perkilogram itu artinya petani masih bisa menikmati hasil," kata Lasmiati.
"Kalau Gabah Kering Pungut (GKP) hanya sekitar Rp 4.000 itu kami tidak dapat apa-apa, kalau sekarang ini ya Alhamdulillah kita sangat bersyukurlah," sambungnya
Menurutnya, rata-rata petani Kelurahan Mulyosari mendapatkan hasil panen mencapai 6,5 ton gabah per hektare.
"Berdasarkan informasi yang kemarin sudah panen dan kita juga mengamati serta mencatat rata-rata dalam satu hektar itu dapat 6 sampai 6,5 ton per hektar," bebernya.
Setiap panen, lanjut Lasmiati, petani mampu meraup keuntungan mencapai Rp 45 juta.
"Hasilnya itu rata-rata 1 hektare-nya mencapai Rp 45 Juta, tapi itu bruto. Kalau netto nya itu dipotong operasional, ongkos tanam, olah lahan sampai pemanenan itu sekitar Rp 15 juta," terangnya.
"Maka rata-rata petani dapat Rp 30 juta per hektare per musim," pungkasnya.
( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID )
| Kisah Cinta Harimau Cacat Berbuah Kehidupan Baru di Lembah Hijau, 2 Bayi Lahir! |
|
|---|
| Detik-detik Balita Tenggelam di Kolam Renang Hotel di Lampung, Sempat Diberi CPR |
|
|---|
| Terkuak Alasan Pihak Sekolah di Lampung Tengah Akhirnya Keluarkan Murid |
|
|---|
| PUSKADA Soroti Overlapping Wewenang Plt Bupati dan Sekda, DPRD Turun Tangan |
|
|---|
| Duduk Bareng Buruh, Pemprov Lampung Janji Tindak Lanjut Tuntutan Pekerja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Panen-raya-padi-di-area-persawahan-Kelurahan-Mulyosari.jpg)