Berita Lampung
Harga Kopi Robusta di Lampung Barat Makin Meroket, Tembus Rp 55 Ribu per Kg
Saat ini harga kopi robusta di Lampung Barat kembali naik di harga Rp 50-55 ribu per kg.
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Harga komoditas unggulan di Lampung Barat, Lampung yakni kopi robusta semakin berada di tren positif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini harga kopi robusta di Lampung Barat kembali naik di harga Rp 50-55 ribu per kg.
Kenaikan harga kopi robusta di Lampung Barat ini dibenarkan oleh Kabid Perkebunan pada Disbunnak Pemkab Lampung Barat, Sumarlin.
“Iya, sudah seminggu lalu. Saat ini sudah bergerak ke Rp 50-55 ribu untuk asalan,” ujarnya mewakili Kepala Disbunnak Pemkab Lampung Barat, Yudha Setiawan, Kamis (29/2/2024).
“Perusahaan LDC malah sudah buka di Rp 58 ribu. Untuk premium atau petik merah belum dicek. Jika melihat harga asalan mungkin bergerak juga ke Rp 60-65 ribu,” terusnya.
Menurut Sumarin, kenaikan yang terjadi pada harga kopi robusta saat ini disebabkan oleh kebutuhan pasar yang meningkat.
“Selain itu, pasokan kopi dunia turun dengan cuaca di beberapa negara penghasil kopi seperti Brazil mengakibatkan produksi mereka terganggu,” jelasnya.
“Sementara kebutuhan kopi terus meningkat. Maka dari itu harga kopi saat ini juga naik terkhusus di Indonesia,” tambahnya.
Kendati harga kopi meningkat, saat ini untuk wilayah di Lampung Barat terpantau belum memasuki masa panen kopi.
“Karena di Batu Brak dan Belalau panen awal itu Maret, Ngagung di Mei. Beberapa tempat juga ada yang mulai Mei, ngagung Juni-Juli,” sebutnya.
“Ada juga yang ngagung di Agustus-September untuk seputaran Air Hiitam. Jadi masa panen di sini dari April-September,” tambahnya.
Ia berharap, tren harga kopi yang positif ini bisa terus bertahan hingga masa panen kopi di kabupaten berjuluk Negeri di Atas Awan ini.
“Semoga harga ini masih tetap bertahan dan stabil hingga memasuki masa panen tahun 2024 di Lampung Barat ini,” sebutnya.
Sebelumnya, Disbunnak Pemkab Lampung Barat juga memprediksi produksi kopi robusta di Lampung Barat tahun 2024 bakal naik.
“Berdasarkan pengamatan kita di lapangan, produksi kopi robusta di Lampung Barat tahun 2024 akan naik,” ujar Sumarlin.
| DLH Pringsewu Perkuat Sistem Pembayaran Retribusi Sampah Non-Tunai untuk Dorong Transparansi Layanan |
|
|---|
| DLH Pringsewu Akui Armada Sampah Belum Memadai, Layanan Belum Maksimal di Sejumlah Wilayah |
|
|---|
| Kejari Lampung Tengah Dukung Kelancaran Pembangunan Lewat Pendampingan Hukum Pemda dan TNI |
|
|---|
| Perajin Bata dan Genteng Lamteng Dapat Relaksasi, DPRD Dorong Legalitas Tambang Rakyat |
|
|---|
| Menangis Saat Menyerahkan Diri ke Polisi, Pelaku Pembacokan Mertua di Lampung Akui Perbuatannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-Kopi-Robusta-di-Lampung-Barat-Makin-Meroket.jpg)