Berita Lampung

DKP3 Metro Minta Petani Tanam Jagung Ketimbang Padi Pada Musim Tanam II

DKP3 Metro Lampung menganjurkan kepada petani untuk melakukan penanaman jagung pada musim tanam 2 (MT 2) tahun 2024.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary
Kepala DKP3 Metro, Heri Wiratno. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Metro Lampung menganjurkan kepada petani untuk melakukan penanaman jagung pada musim tanam 2 (MT 2) tahun 2024.

Kepala DKP3 Metro, Heri Wiratno mengatakan, anjuran penanaman jagung ketimbang padi kepada petani ini bukan tanpa alasan.

Melainkan karena alokasi air irigasi saat ini digunakan untuk pemeliharaan wilayah lain yang sudah tanam sebelumnya.

"Khusus untuk MT 2 Tahun 2024 di Metro, sesuai dengan hasil rapat panitia irigasi, bahwa Metro tidak dibolehkan untuk tanam padi," 

"Karena air yang ada saat ini dipakai untuk pemeliharaan bagi wilayah yang sudah tanam," kata dia saat dihubungi, Selasa (12/3/2024).

Heri tidak menganjurkan bagi petani yang ingin menanam padi pada musim tanam 2 tahun 2024.

"Karena situasi air yang sedikit, jadi sebenarnya kalo ada petani yang mengolah tanah itu namannya gadu di luar rencana," ujarnya.

"Kami anjurkan tanam jagung, jadi kalo ada sawah diolah, ya dia dengan caranya sendiri nanam padi. Tidak anjurkan, karena airnya tidak dialirkan," sambungnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan penyuluhan kepada petani perihal anjuran penanaman jagung di MT 2 ini.

"Kawan-kawan Korluh sudah melakukan penyuluhan, tetapi mungkin karena alasan tanah rawa atau lahannya rendah, ya itu kebijaksanaan petani," tukasnya.

"Tapi di program kami adalah musim 2 ini untuk tanam jagung," imbuhnya.

Pihaknya mencatat, dari total 2.948 hektare lahan pertanian di Metro, masih terdapat ratusan hektare yang ditanam padi pada musim tanam 2 di tahun 2024 ini.

"Untuk tanam jagung di sawah yang kering, tapi sawah yang tidak bisa dikeringkan itu ditanam padi," jelasnya.

"Ada sekitar 600an hektare yang memang gak bisa kering, artinya mereka itu tanam padi," ucapnya.

Meskipun tak dianjurkan tanam padi, lanjut Heri, pihaknya tetap memberikan pendampingan untuk petani yang menanam padi.

"Tanam padinya itu dari kemauan mereka sendiri. Tetapi kita tetap mendampingi, daerah mana saja yang tanam padi," 

"Nanti apabila ada distribusi air, tidak mengganggu tanaman palawija," pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved