Berita Terkini Nasional

Pernah Mengaku Kebal, Pembunuh Kakek Alex di Garut Pincang Ditembak Polisi

Disamping itu pelaku sempat diamuk massa gegara ribut dengan anak kakek Alex di kawasan Pasar Ceplak, Garut.

|
TribunJabar/Sidqi Al Ghifari
Tampang Teten (kursi roda) dan Hilman pelaku pembunuhan terhadap kakek Alex di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka dihadirkan dalam ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (9/5/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, GarutTernyata pelaku pembunuhan kakek Alex adalah kelompok preman yang suka buat onar di Pasar Ceplak, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Disamping itu pelaku sempat diamuk massa gegara ribut dengan anak kakek Alex di kawasan Pasar Ceplak, Garut.

Bahkan saat itu pelaku sempat mengaku kebal dari sayatan golok.

Namun, pelaku pembunuhan kakek Alex kini pincang setelah kakinya tertembus peluru petugas kepolisian.

Polisi menembak pelaku Teten (34) karena berusaha kabur dari penangkapan polisi.

Meskipun tertembak, wajah Tenten tetap santai saat dihadirkan dalam konfrensi pers ungkap kasus pembunuhan kakek Alex di Mapolres Garut, Kamis (9/5/2024).

Saat melakukan pembunuhan tersebut Tenten bersama rekannya Hilman (19). Keduanya sudah berhasil diringkus polisi di dua lokasi berbeda wilayah Jawa Barat. Yakni Bandung dan Bekasi.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Teten dan Hilman diketahui menghabisi nyawa kakek Alex saat dini hari.

Pelaku ternyata sudah pernah punya jejak kejahatan di wilayah Kabupaten Garut.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo mengatakan, peristiwa tragis itu dipicu oleh dendam pelaku terhadap korban lantaran setahun silam, korban disebut pernah menganiaya saudara kembar pelaku.

"Motifnya adalah dendam terhadap korban, si pelaku ini adalah adik dari bahwa kakaknya pelaku ini pernah dianiaya oleh korban, Itu tahun 2023 kejadiannya," ujarnya saat ekspose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (9/4/2024).

Ia menuturkan, dendam tersebut sengaja dipendam oleh pelaku berbulan-bulan dengan tujuan agar dilupakan oleh keluarga korban.

Setelah cukup lama memendam dendam itu, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan mengajak seorang temannya.

"Mereka berangkat ke rumah korban dini hari pukul 01.30," ungkapnya.

Dari hasil penelusuran kasus di Kabupaten Garut oleh Tribunjabar.id, pertikaian pelaku dan korban serta anak korban sempat terjadi delapan bulan yang lalu di Paser Ceplak.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved