Beirta Terkini Nasional
Gerombolan Pesilat Digulung Polisi Gegara Aniaya Pria hingga Tewas
Pria yang dianiaya rombongan Pesilat tersebut sempat koma lima hari di rumah sakit sebelum akhirnya tewas.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Gresik - Gerombolan Pesilat di Gresik, Jawa Timur digulung polisi gegara aniaya pria hingga tewas.
Pria yang dianiaya gerombolan Pesilat tersebut sempat koma lima hari di rumah sakit sebelum akhirnya tewas.
Korban dikeroyok gerombolan Pesilat saat dalam perjalanan pulang ke rumahnya.
Namun di tengah jalan terjadi pengeroyokan tersebut hingga mengalami cidera pada bagian kepala.
Ironisnya pertolongan medis untuk pria tersebut tidak membuatnya bertahan sehingga meninggal dunia setelah lima hari dirawat
Pria bernasib malang ini berasal dari Sidoarjo, Jawa Timur, inisial SW.
SW tewas dikeroyok rombongan pesilat saat melintasi Gresik, Jawa Timur.
SW sempat dirawat di rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Kasus pengeroyokan dilakukan pada Minggu (19/5/2024) dini hari.
Kasatreskrim Polres Gresik, AKP Aldhino Prima Wirdhan, mengatakan para pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing.
Identitas para pelaku yang merupakan anggota silat yakni CDP (18) NRE (19) MNA (19) EG (19) dan ADS (18) dan satu orang yang masih di bawah umur.
"Enam orang tersangka sudah kami amankan, terdiri dari lima orang dewasa dan satu anak di bawah umur," tukasnya.
Diketahui, korban tewas dalam kondisi kepala mengalami luka robek.
Barang berharga yang diambil dari mobil korban yakni handphone serta jaket.
Akibat perbuatannya para pelaku dapat dijerat Pasal 170 KUHP ayat 2 dan 3.
"Ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun penjara," tuturnya.
Kasus pengeroyokan berawal ketika korban hendak pulang ke rumahnya.
"Korban sempat ngobrol dengan salah satu orang dari gerombolan tersebut untuk mengklarifikasi terhadap pelaku," ," ucapnya.
Para pelaku memukui korban berulang kali hingga tak sadarkan diri.
"Akibatnya, korban mengalami luka berat hingga koma sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Petrokimia Driyorejo. Karena koma, korban dirujuk ke RS di Surabaya dan meninggal dunia kemarin," pungkasnya.
AKP Aldhino Prima Wirdhan menambahkan masih ada 3 buron yang belum tertangkap.
"Kami menetapkan DPO 3 orang , dua diantaranya masih di bawah umur, satu orang atas nama Ilham alias Celeng saat ini masih dalam proses pengejaran tim resmob Polres Gresik," pungkasnya.
Salah satu warga menyatakan korban sudah berjuang saat 5 hari dirawat di rumah sakit.
Namun, korban dinyatakan meninggal pada Kamis (23/5/2024).
"SW meninggal kemarin malam. Sempat dirawat di rumah sakit 5 hari. Selama itu korban koma tidak sadarkan diri akibat rasa sakit di kepala," ucao warga.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Diamuk Massa Seusai Terciduk Mencuri di Alfamart Pringsewu, Pria Residivis Babak Belur Dihajar Warga |
|
|---|
| Polisi Temukan Bong hingga HT di Gubuk Diduga Tempat Pesta Narkoba di Lampung Tengah |
|
|---|
| Kasus Wanita Inisial B dan Influencer R Diklaim Sudah Damai, Kuasa Hukum Pertanyakan Laporan Baru |
|
|---|
| Kapolsek Terusan Nunyai Sebut Belum Ada Laporan Hilangnya Aset Balai Kampung Gunung Agung |
|
|---|
| Ratusan Calon Maba Absen SNBT di Unila, Sebagian Pilih Sekolah Kedinasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Geger-Jenazah-Perempuan-Dimutilasi-Ditemukan-Dalam-Boks-Kontainer-di-Bekasi.jpg)