Berita Lampung

Hadapi El Nino, Komunitas Pejuang Kopi di Lampung Barat Minta Petani Bangun Naungan

Komunitas Pejuang Kopi Suoh dan BNS di Lampung Barat meminta petani kopi untuk membangun naungan kopi jelang fenomena El Nino.

Tayang:
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Ilustrasi - Buah kopi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Barat - Komunitas Pejuang Kopi Suoh dan BNS di Lampung Barat, Lampung meminta petani kopi untuk membangun naungan kopi jelang fenomena El Nino.

Hal itu dilakukan demi menjaga tanaman kopi di Lampung Barat sebab fenomena El Nino diprediksi akan kembali terjadi pada tahun 2024 ini.

Founder Komunitas Pejuang Kopi Suoh dan BNS, Fahrudin mengatakan, sejumlah petani kopi di Suoh Lampung Barat sudah membangun naungan demi menghadapi El Nino.

“Untuk mengatasi El Nino yang isunya bakal datang kembali. Para petani kopi muali menanam pohon naungan,” ujarnya, Selasa (30/7/2024).

“Kendati begitu, saya mengajak agar petani bisa bersama-sama melakukan upaya membangun naungan demi menjaga tanaman kopi,” terusnya.

Ia menjelaskan, dibangunnya pohon naungan untuk tanaman kopi setidaknya dapat memberikan ketahanan bagi tanaman.

“Jadi jika nanti El Nino tiba tumbuhan kopi sudah ada pohon penaung di kebunnya, sehingga tidak terlalu berdampak ke tanaman kopi,” tandasnya.

Sebelumnya, Pj Bupati Lampung Barat Nukman mengajak petani di Lampung Barat bersiap menghadapi fenomena El Nino.

Hal itu disampaikan Nukman atas prediksi BMKG yang menyebut El Nino akan kembali menghantam cuaca dunia termasuk Indonesia di tahun 2024 ini.

Menghadapi potensi El Nino itu, Nukman mengajak petani untuk mengoptimalkan pertanaman melalui program Penambahan Areal Tanam (PAT).

“El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang akan berdampak terjadinya penurunan produksi pangan sampai pada kondisi darurat pangan secara nasional,” ujarnya, Sabtu (27/7/2024).

“Sehingga situasi ini harus benar-benar kita optimalkan. Dalam hal ini mari kita optimalkan program PAT yang merupakan strategi dari Kementan,” terusnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga telah menyerahkan bantuan alat sarana dan prasarana dari program PAT kepada para petani Lampung Barat beberapa waktu lalu.

Bantuan itu berupa 14 Irigasi perpompaan, 58 unit pompa air ukuran 3 inc, 4 inc dan 6 inc, serta 20 unit traktor roda dua.

Diketahui, bantuan itu bersumber dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dalam upaya mendukung Program PAT.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved