Berita Lampung

BMKG Lampung Prediksi Hujan Deras 3 Hari ke Depan

Diketahui, hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menimbulkan banjir di sejumlah wilayah di Bandar Lampung.

Dok BPBD Bandar Lampung
Banjir melanda Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung, Rabu (25/9/2024) malam. Ketinggian air mencapai selutut orang dewasa. Cuaca ekstrem juga membuat selusin pohon tumbang. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Lampung bakal dilanda hujan deras disertai angin kencang selama tiga hari ke depan. Warga pun diimbau agar siaga terhadap potensi banjir, pohon tumbang, tanah longsor, hingga banjir bandang.

Diketahui, hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menimbulkan banjir di sejumlah wilayah di Bandar Lampung

Koordinator Bidang Data BMKG Lampung Rudi Harianto mengatakan, berdasarkan prediksi, biasanya September masih berada di puncak musim kemarau. Namun, ada beberapa faktor yang menyebabkan potensi cuaca buruk terjadi di Lampung dalam beberapa hari belakangan.

"Sebenarnya bulan September ini diprediksi masih memasuki puncak musim kemarau. Tapi karena gangguan atmosfer, jadi selama tiga hari ke depan wilayah Provinsi Lampung diprediksi akan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada siang, malam, hingga dini hari," kata Rudi, Kamis (26/9).

Rudi menjelaskan, analisis penyebab hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut disebabkan oleh tiga faktor. "Pertama, gelombang atmosfer equatorial rossby terpantau sedang aktif di wilayah Lampung sampai dengan tanggal 28 September 2024," kata dia.

Kemudian, suhu permukaan laut di perairan timur Lampung terpantau hangat yakni berkisar 28-30 derajat celsius, dengan anomali suhu berkisar -0.5 s.d +1. Lalu, dari kelembapan udara di lapisan 700 mb memiliki nilai berkisar 60-100 persen, sedangkan di lapisan 500 mb nilainya berkisar 50-100 % . "Hal ini mendukung untuk pertumbuhan awan-awan konvektif di sekitar wilayah Lampung," jelas Rudi.

Rudi mengatakan, berdasarkan pantauan BMKG, fenomena ini hampir merata terjadi di seluruh wilayah Lampung. "Berdasarkan pantauan, ini tergantung daerahnya. Tapi saat memasuki malam hingga dini hari, ini terjadi hampir merata di semua wilayah Lampung," tambahnya.

Menyikapi fenomena ini, BMKG telah mengeluarkan peringatan siaga banjir khusus untuk wilayah Kota Bandar Lampung. "Untuk Kota Bandar Lampung, potensi banjir relatif lebih tinggi dari daerah lain karena karakteristik wilayahnya jika terjadi hujan deras dengan durasi satu jam saja sudah berpotensi banjir," sebut dia.

Namun, terus Rudi, daerah lain juga diimbau agar tetap waspada terhadap fenomena cuaca yang belakangan terjadi. "Untuk wilayah yang memiliki topografi pegunungan, seperti Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat, juga bisa berpotensi banjir bandang, longsor, pohon tumbang. Maka kita imbau masyarakat tetap waspada," katanya lagi.

Lebih lanjut, Rudi mengimbau masyarakat selalu memantau prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG untuk dapat membantu dalam persiapan dan pengambilan langkah-langkah keselamatan yang diperlukan. "Masyarakat disarankan untuk menyimpan dokumen penting dan barang berharga di tempat yang aman, terutama jika tinggal di daerah yang sering terkena dampak banjir," ucap Rudi.

"Pastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih dari sampah dan tidak tersumbat. Ini dapat membantu mengurangi risiko genangan air," sambungnya.

Bagi pengguna jalan diimbau agar memperhatikan kondisi jalan, terutama selama hujan deras. Pengendara diminta menghindari melintas di daerah yang tergenang air atau yang berpotensi berlumpur.

“Masyarakat sebaiknya mempersiapkan perlengkapan darurat seperti senter, baterai cadangan, air bersih, dan makanan non-perishable dalam menghadapi kemungkinan pemadaman listrik atau isolasi," pungkasnya.

Banjir

Banjir melanda Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Air menggenangi Jalan Pulau Singkep, Pulau Sebesi, hinggan Jalan Pulau Bawean. Tinggi air mencapai betis orang dewasa.

Butuh waktu berjam-jam sampai air surut. Seperti dialami warga Kampung Rupi, Kecamatan Sukabumi, Bandar Lampung. Karena air tak kunjung surut, pria yang enggan disebut identitasnya itu mengaku memilih jalan memutar untuk sampai ke rumahnya.

“Saya malam itu baru pulang kerja. Sebelumnya juga kejebak hujan di Way Halim. Pas pulang taunya di belakang UIN banjir,” ujarnya, Kamis (26/9). “Sampai Perumahan Permata Biru katanya banjirnya. Akhirnya saya coba nunggu siapa tahu surut, karena hujan juga udah berhenti kan,” terusnya.

Namun berhubung waktu sudah semakin larut, ia memutuskan untuk pulang. “Akhirnya saya muter jalan, saya ambil lewat Sukabumi aja. Yah walaupun waktu banyak hilang, seenggaknya bisa sampai rumah,” pungkasnya.

Sementara pengendara motor bernama Andre mengatakan, Jalan Pulau Sebesi memang menjadi langganan banjir ketika musim hujan. Ia menilai, kurang baiknya sistem drainase dan rendahnya kesadaran masyarakat membuang sampah menjadi penyebab banjir.

“Di sini kalau lagi hujan deras dan lama memang suka banjir. Udah langganan kalau di belakang UIN mah,” ujar Andre.

“Menurut saya drainasenya, dan ada juga hubungannya dengan masyarakat. Kalau banjir air meluap, pasti sampah terangkat semua,” terusnya.

Untuk itu, ia berharap pemerintah setempat bisa menemukan solusi efektif untuk mengatasi banjir di Bandar Lampung. “Ya harapannya semoga ada solusilah dari pemerintah, apalagi ini udah mulai hujan terus. Takutnya banjir di mana-mana,” pungkasnya.

Banjir juga melanda Lingkungan 1, Kelurahan Rajabasa Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Ketua RT 08 Lingkungan 1 Saiful mengatakan, sekitar enam rumah terdampak banjir. Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa. 

"Ada enam rumah yang terendam dengan total 24 jiwa. Lalu ketinggian di RT 8 ini sedengkul orang dewasa dan ada juga sebetis," kata Saiful. 

Ia mengatakan, rumah warga yang terendam banjir dekat dengan Perumahan Puspa Kencana, tepatnya di Jalan Taurus 1 dan Jalan Taurus 2. "Kalau hari biasa nggak sampai banjir hingga sedengkul. Memang kalau deras dengan curah hujan serta aliran air tinggi sering banjir," tambahnya.

Lurah Rajabasa Nunyai Nurmala Sari mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya agar tidak terjadi banjir. "Sementara penanggulangan yang kami lakukan yakni selalu menggunakan alkon setiap banjir," kata Nurmala. 

Siaga Bencana

BPBD Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiagaan terhadap bencana. Hal itu disampaikan Kepala BPBD Bandar Lampung Wakhidi pasca dilanda banjir dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Adapun banjir menggenang sejumlah titik di Bandar Lampung, yakni Kampung Rawa Laut di Kecamatan Panjang dan Rajabasa Nunyai di Kecamatan Rajabasa. Lalu Raflesia di Kecamatan Tanjung Senang; Jalan Pulau Singkep, Jalan Pulau Sebesi, dan Jalan Pulau Bawean III di Kecamatan Sukarame; serta Perumahan Nusantara di Kecamatan Sukabumi.

“Memang semalam ada beberapa titik yang terdampak banjir di Bandar Lampung, namun tidak dalam, hanya di bawah lutut,” ujar Wakhidi. “Banjir bisa terjadi dikarenakan memang semalam hujan dengan intensitas yang tinggi dan durasinya juga panjang,” terusnya.

Kendati begitu, pihaknya mengaku sudah berhasil mengatasi permasalahan banjir di sejumlah titik. BPBD menurunkan 60 personel untuk mengatasi masalah banjir dan pohon tumbang.

“Alhamdulillah semuanya sudah surut. Awalnya banjir itu terjadi sekitar jam 10 malam, kemudian surut setelah dua jam hujan berhenti,” ucapnya. “Kita sudah bekerja sama dengan Damkar, camat, lurah dan RT. Terkait pembersihan, pagi tadi juga sudah kita bersihkan,” tambahnya.

BPBD memberikan imbauan kepada masyarakat agar siap siaga dan waspada dini terhadap bencana, terutama banjir. “Artinya terkait imbauan ini, kepada masyarakat harus waspada dengan cuaca seperti ini. Kemarin pagi cerah ternyata malam hujan,” katanya.

“Terutama saat cuaca mendung itu kita harus waspada. Sebab dua hari ke depan diprediksi cuaca ekstrem masih akan berlangsung,” terusnya.

Ia memastikan BPBD selalu siap siaga untuk mengatasi masalah bencana di Bandar Lampung. “Alhamdulillah dalam hal ini tim kami selalu siap, contoh di beberapa titik banjir semalam kita atasi sampai tuntas,” pungkasnya.

Selain bencana banjir, cuaca ekstrem di Bandar Lampung juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Setidaknya ada 12 kasus pohon tumbang terjadi di Bandar Lampung, Rabu (25/9) malam.

“Semalam selain banjir, kita juga mengevakuasi tiga pohon tumbang. Itu terjadi di Olok Gading, Kemiling, dan satu di Sudirman,” ujarnya, Kamis (26/9). “Namun pagi tadi laporan bertambah sehingga ada 12 kejadian pohon tumbang yang kita tangani akibat cuaca ekstrem ini,” sambungnya.

Ia memastikan, pihaknya sudah mengevakuasi sebanyak 12 pohon tumbang yang terjadi di Bandar Lampung

Puting Beliung Terjang Lamsel

Angin puting beliung menerjang dua kecamatan di Lampung Selatan, yakni Natar dan Merbau Mataram, Rabu (25/9). Akibatnya, puluhan rumah mengalami kerusakan.

Kabid Damkarmat Lampung Selatan Rully Fikriansyah mengatakan, kerugian akibat angin puting beliung tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Ia mengaku mendapat laporan kerusakan rumah akibat puting beliung di Merbau Mataram.

"Damkarmat Posko Kalianda mendapat informasi dari warga adanya rumah rusak akibat angin puting beliung di Kecamatan Merbau Mataram. Kejadianya sekitar setengah enam sore. Lalu petugas dari Posko Tanjung Bintang menuju lokasi untuk membantu mengevakuasi puing-puing bangunan," ujar Rully, Kamis (26/9).

Damkarmat Lampung Selatan membantu warga bernama Rizky (29) mengevakuasi pohon tumbang dan rumah rusak akibat angin puting beliung yang menerjang Desa Natar, Kecamatan Natar, Selasa (24/9).

Dari data BPBD Lampung Selatan, sedikitnya ada 28 rumah rusak di Dusun 3, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Merbau Mataram. Total kerugian sekitar Rp 28.290.000. 

(Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra/Hurri Agusto/Bayu Saputra/Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved