Berita Lampung
Peringatan World Rabies Day 2024, Balai Karantina Lampung Beri Vaksin Gratis Kucing hingga Kera
Balai Karantina Lampung bersama PDHI Lampung, Balai Veteriner Lampung, dan Dinas Peternakan Provinsi Lampung menggelar vaksinasi rabies gratis
Penulis: Hurri Agusto | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Lampung bersama Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Lampung, Balai Veteriner Lampung, dan Dinas Peternakan Provinsi Lampung menggelar vaksinasi rabies gratis di area Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila), Minggu (6/10/2024).
Kegiatan vaksinasi gratis ini dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day (WRD) 2024, yang mengusung tema Breaking Rabies Boundaries (Mendobrak Batasan Rabies).
Kegiatan ini ditujukan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyakit rabies dan pentingnya vaksinasi pada hewan peliharaan sebagai Hewan Penular Rabies (HPR).
Kepala Karantina Lampung Donni Muksidayan menjelaskan, penyelenggaraan vaksinasi hari ini akan memvaksin 345 ekor hewan peliharaan meliputi anjing, kucing, dan kera.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Lampung tahun 2023, dilaporkan terjadi 716 kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR).
Sementara, populasi anjing di Provinsi Lampung tahun 2022 diketahui sebanyak 57.537 ekor, kucing sejumlah 182.000 ekor, kera 2.518 ekor, dan luwak/musang sebanyak 209 ekor.
"Hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat yaitu penyakit rabies dapat menular dari hewan ke manusia atau bersifat Zoonosis, dengan tingkat kematian hampir mencapai 100 persen," ujar Donni, Minggu (6/10/2024).
"Penyakit ini dapat ditularkan melalui air liur, gigitan, cakaran, jilatan pada kulit yang luka, atau selaput lendir mata dan mulut dari hewan yang terinfeksi. Hewan maupun manusia yang tertular akan menjadi lebih sensitive terhadap air dan cahaya," jelasnya.
Dia pun mengatakan bahwa pencegahan penularan penyakit rabies dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi kepada HPR, sehingga hewan yang divaksin akan memiliki antibodi yang dapat melindungi mereka dari infeksi rabies.
Dia pun menjelaskan pemerintah pusat dan daerah telah mengalokasikan vaksin yang bersumber dari APBN dan APBD sejak tahun 2023, sebanyak 4.500 dosis dan 4.000 dosis.
Tahun 2024 ini, pemerintah kembali mengalokasikan vaksin menggunakan APBN dan APBD, yakni sebanyak 5.000 dosis dan 4.000 dosis.
Sementara, Kepala dinas kesehatan Provinsi Lampung, Edwin Rusli mewakili Pj Gubernur Lampung Samsudin mengatakan, kesadaran masyarakat serta kolaborasi dari berbagai pihak sangat penting dalam pengendalian dan pemberantasan rabies.
Sesuai dengan tema WRD 2024, edwin Rusli mengIngatkan pentingnya upaya pemberantasan rabies melalui kerja sama dari berbagai pihak.
"Peringatan hari Rabies ini difokuskan untuk mengatasi batasan-batasan yang menghambat kemajuan pencegahan dan penanggulangan rabies," ujar Edwin Rusli, Minggu (6/10/2024).
"Upaya yang dapat dilakukan. di antaranya pendidikan rabies, vaksinasi, kesadaran, kolaborasi, dan kegiatan lain yang dapat mendukung dan mempercepat pembebasan Rabies di Pulau Sumatera tahun 2030," pungkasnya. (Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)
| Penerimaan Murid Baru SMPN dan SDN Bandar Lampung Mulai Juni, Tersedia 4 Jalur |
|
|---|
| Kodim 0411/KM Bangun 2 Jembatan Gantung di Lampung Tengah |
|
|---|
| Polisi Dalami Unsur Kelalaian dalam Kecelakaan Tewaskan Guru di Underpass Unila |
|
|---|
| PGE Area Ulubelu Imbau Warga Tak Terpengaruh Info Penyebab Gempa yang Belum Terverifikasi |
|
|---|
| Lampung Tengah Studi Tiru Swakelola Penanganan Jalan ke Mesuji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Seekor-anjing-peliharaan-saat-mendapat-vaksin-rabies.jpg)