Berita Lampung

Modus Beli Beras, Terduga Pelaku Hipnotis di Lampung Selatan Terekam CCTV

Terduga pelaku hipnotis di Lampung Selatan terekam kamera saat melancarkan aksinya dengan pura-pura membeli beras. 

Tayang:
Editor: Kiki Novilia
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
Terduga pelaku hipnotis di Kalianda Lampung Selatan terekam CCTV berjalan membawa beras. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lampung Selatan - Terduga pelaku hipnotis di Lampung Selatan terekam kamera saat melancarkan aksinya dengan pura-pura membeli beras. 

Adapun Sukeni (60) yang merupakan warga Kalianda, Lampung Selatan diduga menjadi korban hipnotis

Terduga pelaku hipnotis melancarkan aksinya lewat modus beli beras di warung milik korban. 

Aksi pelaku itu terekam dalam CCTV berdurasi 1 menit. 

Anak korban, Idho Mai Saputra mengatakan dirinya sudah memberikan rekaman CCTV tersebut ke Polsek Kalianda.

"Alhamdulillahnya ada rekaman CCTV di konter depan. Rekamannya udah dikasih ke Polsek Kalianda," katanya.

Menurut pengakuan korban, pelaku hipnotis tersebut mengaku tim sukses dari salah satu paslon dan hendak membeli beras. 

Komplotan pelaku hipnotis itu beraksi sekitar pukul 10.00 WIB.

Perhiasan gelang tangan yang terbuat dari emas seberat 115 gram berhasil dirampas para pelaku. Dengan rincian salah satu gelang seberat 75 gram dan 40 gram.

Saat itu korban, Sukeni (60) tengah menjaga warung kemudian didatangi pelaku yang hendak membeli beras.

"Saat kejadian emak lagi jaga warung, sementara saya di dapur. Pelaku datang ke warung untuk membeli beras," kata Idho (35) anak korban.

Namun, saat membeli beras tersebut pelaku tidak langsung membayar di warung. Korban malah diajak ke mobil pelaku yang diparkir di depan toko roti Roman Bakery untuk melakukan pembayaran beras 10 kilogram tersebut.

"Alasan pelaku uangnya ada di mobil, emak juga diajak menuju mobil Terios yang diparkir di depan Roman Bakery untuk mengambil uang bayar beras," ujarnya.

Setelah sampai di mobil, korban malah dipaksa masuk ke dalam mobil.

Di dalam mobil korban juga dipaksa untuk melepas perhiasan emas agar pintu mobil dibuka.

"Gelang emas itu disuruh buka oleh pelaku dan dibungkus tisu. Tapi sebelum emak diturunkan di lapangan Cipta Karya bungukusan tisu ditukar yang diisi emas palsu oleh pelaku," ungkapnya.

Korban yang merasa takut juga sempat ditenangkan oleh pelaku.

"Emak juga dikasih amplop yang berisi uang senilai Rp 1 juta. Disuruh bagikan ke masyarakat, tapi pas sampai di rumah amplop tersebut berisi uang mainan," katanya.

Aksi hipnotis tersebut korban kehilangan dua gelang emas dengan total seberat 115 gram, kerugian korban mencapai Rp 160 juta.

Saat ini kasus hipnotis tersebut masih ditangani oleh jajaran Polsek Kalianda.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved