Berita Lampung

Empat Kecamatan di Mesuji Lampung Langganan Banjir

Kepala DPBD Mesuji Budiman Nainggolan mengatakan ada empat kecamatan di Mesuji yang berpotensi banjir setiap musim hujan.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Dokumentasi warga
Banjir di Desa Sungai Buaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Kamis (21/11/2024). Ada empat kecamatan di Mesuji yang berpotensi banjir setiap musim hujan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Mesuji - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mesuji, Lampung telah memetakan wilayah yang menjadi langganan banjir.

Kepala DPBD Mesuji Budiman Nainggolan mengatakan ada empat kecamatan di Mesuji yang berpotensi banjir setiap musim hujan.

"Dari pendataan yang kami lakukan ada empat wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi banjir memasuki musim penghujan akhir tahun ini," ujarnya Jumat (22/11/2024).

Budiman menyebut empat kecamatan itu ada Kecamatan Rawajitu Utara, Kecamatan Mesuji, Kecamatan Mesuji Timur dan Kecamatan Tanjung Raya.

Dikatakan Budiman hampir tiap tahun empat kecamatan tersebut rutin terdampak kebanjiran.

Khusus di wilayah desa yang berbatasan langsung dengan Sungai Mesuji.

"Hampir tiap tahun untuk pemukiman yang berada di dekat perairan Sungai Mesuji itu terdampak kebanjiran," ucapnya.

Ditambahkan Budiman untuk menghadapi bencana banjir di musim penghujan ini pihaknya tengah mempersiapkan Surat Edaran (SE) terkait Kesiapsiagaan dalam Menghadapi Bencana.

Selain itu, pihaknya juga telah memberikan arahan kepada jajarannya dan relawannya untuk memberikan imbauan kepada masyarakat.

Supaya tetap waspada dalam menghadapi akhir tahun musim penghujan.

"Jadi kami juga sudah menginstruksikan kepada relawan untuk mengimbau masyarakat di bawah supaya tetap waspada menghadapi musim penghujan saat ini," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Banjir rob menggenangi pemukiman warga hingga akses Jalan Desa Sungai Buaya, Kecamatan Rawajitu Utara, Kabupaten Mesuji, Kamis (21/11/2024).

Peristiwa bencana itu terjadi akibat luapan air dari Sungai Buaya dan merusak Pintu Air Primer Utama.

Warga Sungai Buaya Sujinah menuturkan dari kerusakan Pintu Air Primer Utama itu menyebabkan luapan air membanjiri jalan dan pemukiman warga.

"Air meluap dan menggenangi pemukiman setinggi diatas mata kaki, dan akses jalan juga," ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved