Bisnis

PTPN Regional 7 Biayai Bedah 15 Rumah di Lampung Selatan 

PTPN I dan PTPN IV Regional 7 membiayai renovasi 15 rumah tak layak huni di Kabupaten Lampung Selatan sebagai wujud penyaluran CSR/TJSL.

PTPN Regional 7 Biayai Bedah 15 Rumah di Lampung Selatan  - tjsl-ptpn1.jpg
Istimewa
PTPN I dan PTPN IV Regional 7 membiayai renovasi 15 rumah tak layak huni di Kabupaten Lampung Selatan sebagai wujud penyaluran CSR/TJSL.
PTPN Regional 7 Biayai Bedah 15 Rumah di Lampung Selatan  - tjsl-ptpn122.jpg
Istimewa
PTPN I dan PTPN IV Regional 7 membiayai renovasi 15 rumah tak layak huni di Kabupaten Lampung Selatan sebagai wujud penyaluran CSR/TJSL.

Ia mengakui, Pemkab Lampung Selatan memberi perhatian khusus untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem warganya. Salah satunya dengan memperbaiki rumah tak layak huni menjadi layak.

“Program bedah rumah memang menjadi konsern kami selama ini. Dalam catatan kami, pada 2017 ada sekitar 13 ribu rumah tak layak huni di Lampung Selatan. Saat ini, jumlah itu sudah berkurang menjadi sekitar 4.900-an. Selain kami anggarkan dari APBD, kami juga menggalang kepedulian dari pihak lain, termasuk PTPN 7 ini. Untuk sementara, PTPN menjadi penyumbang terbesar. Mudah-mudahan tahun depan lebih banyak lagi,” kata dia.

Tentang teknis pendistribusian dana yang diterima, Aflah menyatakan pihaknya hanya fasilitator dan pendamping pelaksanaan. Dana untuk satu rumah yang direnovasi, kata dia, sebanyak Rp20 juta. Dana tersebut akan dikawal agar benar-benar digunakan secara maksimal.

“Mekanismenya, dana Rp20 juta itu dibagi menjadi dua peruntukan. Yang Rp17,5 juta akan dibelikan bahan bangunan dan yang Rp2,5 juta untuk tenaga kerja. Dana untuk bahan bangunan akan ditransfer ke toko bangunan yang disepakati dan akan dikirim bahan bangunan yang dibutuhkan. Jadi, penggunaannya tepat guna,” kata dia.

Aflah menyakini, dana yang dialokasikan mencukupi untuk merenovasi rumah sederhana dengan standar minimal. Ia juga menyakini, ketika program itu diimplementasikan, akan ada nilai tambah dari kekerabatan dan kegotong royongan warga yang akan membantu, baik tenaga kerja maupun bahan-bahan pendukung.

“Alhamdulillah di masyarakat masih terjaga sifat gotong royong, terutama ketika tetangga mendirikan rumah. Biasanya dana Rp20 juta itu akan bertambah nilainya karena tetangga dan saudaranya yang membantu. Kita kuatkan lagi rasa itu,” kata dia.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved