Berita Lampung

BMKG Maritim Keluarkan Peringatan Dini Banjir Rob di Pesisir Lampung

BMKG Maritim Lampung telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah Lampung.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Indra Simanjuntak
Istimewa/Tribunlampung.co.id
Tangkap layar video laporan banjir rob yang diterima BMKG Maritim Lampung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - BMKG Maritim Lampung telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob di wilayah Lampung.

Hal tersebut dilakukan BMKG Maritim Lampung mengingat wilayah pesisir terutama di Pesisir Bandar Lampung tengah terjadi banjir rob.

Setidaknya sudah satu pekan banjir rob menggenangi sejumlah permukiman yang ada di Kecamatan Telukbetung Timur (TbT), Bandar Lampung.

Kepala Stasiun BMKG Maritim Lampung, Tarjono mengatakan, banjir rob bisa terjadi berdasarkan perhitungan fase bulan.

“Potensi banjir rob dapat terjadi pada fase bulan baru, fase bulan purnama dan fase bulan gelap pada penanggalan Hijriyah,” ujarnya, Selasa (17/12/2024).

Menurut Tarjono, wilayah terdampak banjir rob di kota setempar memiliki dampaknya masing-masing terhadap lingkungan.

“Terkait wilayah yang terdampak, waktu, serta tingginya air pasang, masing-masing wilayah berbeda,” jelasnya.

“Namun ada laporan dari masyarakat tepatnya Gudang Lelang Bandar Lampung itu terdampak banjir kurang lebih 50 cm,” terusnya.

Dalam hal ini, peringatan dini telah dikeluarkan pihaknya sejak tanggal 15 Desember 2024 soal banjir rob tersebut.

Dalam surat itu disebutkan, potensi peningkatan terhadap ketinggian pasang air laut maksimum akan terjadi tanggal 14 -18 Desember 2024.

Adapun wilayah yang harus berhati-hati yakni di Pesisir Bandar Lampung, Pesisir Tanggamus, Pesisir Lampung Selatan.

Selanjutnya di wilayah Pesisir Pesawaran, Pesisir Timur Lampung dan terakhir wilayah Pesisir Barat Lampung.

“Kondisi ini secara umum dapat mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir,” sebutnya.

“Antara lain seperti aktivitas bongkar muat di pelabuhan, aktivitas di pemukiman pesisir, serta perikanan darat,” tambahnya.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari pasang maksimum air laut atau banjir rob.

“Selain itu masyarakat juga diminta memperhatikan update informasi cuaca maritim dari Stasiun Meteorologi Maritim Panjang,” pungkasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved