Berita Terkini Nasional

Polisi Sebut Uang Palsu yang Dicetak di UIN Alauddin Makassar Canggih

AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan uang palsu dan mesin cetak yang disimpan di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.

Editor: taryono
Tribun Timur
Kapolres Gowa, AKBP Reonald Simanjuntak mengatakan uang palsu dan mesin cetak yang disimpan di Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan canggih. 

Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono menuturkan, sindikat ini tak hanya mencetak uang rupiah.

Mereka juga mencetak mata uang Korea Selatan, Won.

Saat konferensi pers di Mapolres Gowa, Yudhiawan menyebut bahwa barang bukti yang disita polisi mencapai triliunan.

"Cukup menarik barang buktinya nilainya ini triliunan," ujar dia, dikutip dari Tribun-Timur.com.

Selain produksi uang, Andi Ibrahim eks Kepala Perpustakaan yang juga bos pabrik uang palsu ini juga memproduksi Surat Berharga Negara (SBN).

Bahkan, satu lembar SBN yang disita bernilai Rp700 triliun.

"Ada mata uang rupiah, Ada 556 lembar mata uang rupiah belum dipotong, ada juga mata uang Korea."

"Ada juga 1 lembar sertifikat deposito nilainya Rp45 triliun, 1 lembar surat berharga SBN senilai 700 triliun," ujarnya. Kamis (19/12/2024).

Yudhiawan juga menuturkan bahwa pihak kepolisian ikut menyita mesin cetak seharga Rp600 juta yang dibeli di Surabaya, Jawa Timur.

"Mesinnya beli di Surabaya, dan berasal dari China," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved