Berita Terkini Artis

Happy Salma Tidak Tahu Suaminya Bangsawan Bali, Baru Paham setelah Nikah

Diketahui, Happy Salma dipersunting oleh pria keturunan bangsawab Ubud, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa pada Oktober 2010 silam.

Instagram
Foto ilustrasi, Happy Salma. Artis Happy Salma Tidak Tahu Suaminya Bangsawan Bali, Baru Paham setelah Nikah 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Artis Happy Salma tidak tahu jika suaminya bangsawan Bali sehingga sempat kaget.

Sebab Happy Salma baru paham setelah dirinya nikah dengan sang suami, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa.

Awalnya Happy Asmara mengira cerita kasta itu hanya kisah dalam sebuah legenda.

Happy Salma sempat mengalami culture shock usai menikah dengan suaminya yang berstatus bangsawan Bali.

Happy Salma mengatakan tak tahu siapa sosok suaminya sebelum ia menikah.

Diketahui, Happy Salma dipersunting oleh pria keturunan bangsawan Ubud, Tjokorda Bagus Dwi Santana Kerthyasa pada Oktober 2010 silam.

Pria tersebut membuat Happy terkejut karena ada nama bangsawan di Pulau Dewata. 

"Iya (tidak tahu). Aku menyadari kita sama-sama orang Indonesia tapi setiap daerah bisa merasa asing," kata Happy Salma dikutip dari YouTube TRANS TV Official, Sabtu (21/12/2024)

"Mungkin kalo saya nikah sama orang Padang atau orang Papua atau orang Kalimantan, mungkin juga punya hal yang kita tidak tahu. Apalagi Bali, kita kira deket sama Sunda tapi ternyata saya gak tahu banyak," sambungnya.

Ia baru menyadari pentingnya kasta di Bali saat menjalani prosesi pernikahan. 

"Setelah saya nikah baru tahu kalau di sana masih ada sistem kasta yang berlaku, dan tiap kabupaten berbeda-beda," jelas Happy. 

"Ya mungkin aku tahu jika ada kasta tapi aku gak tahu sepenting itu di masyarakat," tuturnya. 

Ibu dua anak itu bahkan takjub dengan prosesi pernikahan mereka kala itu.

Yang ia tahu, gelaran adat tersebut hanya berlaku di cerita legenda. 

“Ternyata pas pertama kali kita menikah betapa banyak masyarakat terlibat dalam kegiatan pernikahan kita, ratusan orang berbondong-bondong, memberikan hadiah, terus bingkisan atau hasil bumi atau apa. Saya pikir itu hanya berlaku di cerita-cerita zaman dulu ya,” kata dia. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved