Berita Terkini Nasional

Warga Sumatera Barat Meninggal saat Ramai-ramai Ditandu Menuju Rumah Sakit

Warga yang sakit tersebut terpaksa ditandu karena minimnya akses di wilayah Sumatera Barat itu.

Tayang:
istimewa
Latifah Hanum (47), warga Jorong Rurapatontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, meninggal dunia saat perjalanan menuju rumah sakit, Senin (23/12/2024). Latifah ditandu karena minimnya akses di wilayah tersebut. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Sumatera Barat - Seorang warga Sumatera Barat meninggal dunia saat ditandu menuju rumah sakit sudah tempuh jarak 2 kilo meter.

Warga yang sakit tersebut terpaksa ditandu karena minimnya akses di wilayah Sumatera Barat itu.

Yakni Latifah Hanum (47) warga Jorong Rurapatontang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Kota Balingka, Kabupaten Pesaman Barat, Sumatera Barat.

Latifah meninggal dunia di tengah jalan sebelum sampai rumah sakit pada Senin (23/12/2024).

Diketahui tempat tinggal Latifah yang berjarak sekitar 4 KM dari pusat pemerintahan hanya bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.

Meskipun bisa dilalui kendaraan roda dua, butuh perjuangan yang cukup berat untuk melalui akses menuju tempat tinggal Latifah.

Akhirnya Latifah dibawa dengan cara ditandu menuju Rumah Sakit Umum M Djamil Padang untuk menjalani pengobatan.

Dalam video yang beredar, korban terlihat dibawa oleh masyarakat menggunakan tandu darurat akibat minimnya akses ke daerah itu.

Camat Koto Balingka Makmur Hidayat kepada Tribunpadang.com mengatakan korban diketahui menderita penyakit leher bengkak dan sudah berlangsung lama.

"Korban sebelumnya juga sudah pernah berobat ke RS M Djamil Padang, dan waktu kejadian korban rencananya akan dibawa kembali," ujarnya, Selasa (24/12/2024).

Korban ketika ditandu dari rumahnya tetap dengan pendampingan oleh Bidan Jorong.

"Saat di perjalanan setelah menempuh jarak dua kilometer, rombongan beristirahat di pondok kebun pinggir jalan karena pasien muntah-muntah. Di tempat tersebut pasien dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 12.00 WIB," jelasnya.

Diketahui, kejadian serupa ini sering terjadi akibat minimnya akses jalan.

Sehingga masyarakat merasa kesulitan ketika akan mendapatkan akses pelayanan di pusat pemerintah nagari, Kecamatan, kabupaten ataupun ke provinsi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved