Berita Terkini Nasional

Pelaku Penembakan Pengacara Rudi S Gani Masih Misterius

Pelaku penembakan yang menewaskan pengacara Rudi S Gani di Makassar masih misterius.

Editor: taryono
Kolase Tribunnews.com
Pengacara di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan yang bernama Rudi S Gani (49). 

Tribunlampung.co.id, Makassar - Pelaku penembakan yang menewaskan pengacara Rudi S Gani masih misterius.

Rudi S Gani dinyatakan tewas ditembak dengan peluru kaliber 8 milimeter yang ditembakkan dari senapan angin.

Saat ini polisi akan memeriksa warga Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, yang memiliki atau menyimpan senapan angin.

Diketahui, pelaku penembakan terhadap pengacara Rudi S Gani yang terjadi menjelang malam pergantian tahun di rumahnya, Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, hingga kini masih misterius.

Meski polisi telah menemukan proyektil peluru yang bersarang di tulang leher korban, pelaku belum terungkap.

Spekulasi mulai bermunculan, mengingat latar belakang almarhum yang berprofesi sebagai advokat.

Tidak sedikit yang mengaitkan pembunuhan Rudi S Gani dengan kasus atau perkara yang sedang ia tangani.

Tribun mencoba menggali keterangan beberapa rekan sejawat almarhum saat acara takziah di rumah duka, Jl Kelurahan Lorong 6, Kelurahan Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, Makassar, Jumat (3/1/2024) malam.

Acara takziah yang dihadiri ratusan pelayat tersebut juga dihadiri beberapa pengacara atau rekan sejawat Rudi S Gani.

Seorang rekan Rudi mengaku sempat mendengar curahan hati almarhum sepekan sebelum penembakan terjadi.

Ia bercerita, dirinya dan Rudi yang enggan disebutkan namanya, janjian bertemu di salah satu jalan di Kota Makassar.

Saat bertemu, mereka semobil menuju satu kantor. Di dalam mobil, Rudi bercerita tentang perasaan aneh ia rasakan saat menuju Kabupaten Bone.

"Itu dia cerita di perjalanan, kayaknya saya ini dikenna-kenna halus ini. Terus saya tanyami kenapa bisa bilang begitu," ucapnya menirukan percakapan dengan Rudi di dalam mobil.

"Terus dia (Rudi) bilang, tidak tahu ini setiap saya pergi ke Bone pasti tiba-tiba panas badanku."

"Tidak enak sekali kurasa, tapi kalau dari Bone ke Makassar tiba-tiba langsung plong," lanjutnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved