Berita Terkini Nasional

Soal Dalang Pemasangan Pagar Laut 30 Km di Tangerang, KKP Akan Mendalaminya

Pihak pemasangan pagar laut 30 kilometer di Tangerang, Banten, diduga pengembang properti.

Editor: taryono
TRIBUNNEWS.COM
Pihak pemasangan pagar laut 30 kilometer di Tangerang, Banten, diduga pengembang properti. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANTEN - Pihak pemasangan pagar laut 30 kilometer di Tangerang, Banten, diduga pengembang properti.

Mengenai kabar tersebut, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono atau Ipung buka suara.

Pihak berjanji akan menindaklanjuti informasi tersebut.

"Kami akan dalami dulu, KKP akan mendalami siapa pemiliknya, kami cari informasi. Kalau sudah fixed ketemu, pasti akan kami lakukan tindakan lebih lanjut," kata Ipung dilansir Tribun Jakarta, Jumat (10/1/2025).

Ipung menegaskan bahwa KKP sudah mengerahkan petugasnya di lapangan untuk mencari tahu informasi terkait pagar laut ini dari masyarakat.

 
Setelah informasi pemasang pagar laut ini didapat, KKP selanjutnya akan melakukan pemanggilan.

"Tetap langkah-langkahnya, kami akan tanya-tanya ke masyarakat setempat, siapa pemiliknya, siapa tanggung jawabnya."

"Kalau sudah ya baru kami lakukan pemanggilan," terang Ipung.

Pagar Bambu di Pesisir Tangerang Bikin Nelayan Susah Cari Ikan

Pemagaran perairan pesisir utara Tangerang hingga sepanjang 30,16 kilometer menyulitkan kehidupan nelayan dan warga di belasan desa di 6 kecamatan di Tangerang yang terdampak.

Seorang nelayan bernama Trisno (45) mengaku pagar bambu yang ditancapkan di perairan ini membuat dia dan rekan-rekannya kesulitan ketika akan berangkat melaut mencari ikan.

Perahunya harus memutar jauh untuk bisa mencari ikan.

Pagar-pagar bambu tersebut juga membuat dirinya bersama nelayan lain di Kampung Bahari Karang Serang pun saat ini sudah tidak mendapat ikan kecil.

"Jadi saat angin kencang kita takut ke tengah laut karena ombak besar, jadi kita nyarinya ke pinggiran dulu. Tapi sekarang enggak bisa karena ada pagar itu. Lewatnya saja susah, jadi kita untuk menebar jaring enggak bisa," ujar Trisno.

"Di pinggir itu kita bisa dapat udang, kerang, dan rajungan (kepiting). Yang di pinggiran itu banyak, kalau kita nebar jaring di sana kan nyangkut sama bambu itu," tambahnya. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved