Berita Lampung

Jalan Ambles di Lampung Barat, Kendaraan 2 Ton Dilarang Melintas

Tingginya curah hujan membuat ruas jalan di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat ambles.

Istimewa
Tingginya curah hujan membuat ruas jalan di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat ambles. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Tingginya curah hujan membuat ruas jalan di Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat ambles. 

Bahkan, longsoran nyaris mengenai badan jalan. 

Dari video yang diterima Tribunlampung.co.id, jalan penghubung antara Liwa, Lampung Barat dan Krui, Pesisir Barat itu mengalami keretakan hampir setengah badan jalan. 

Guna mencegah longsoran yang lebih besar, Polres Lampung Barat melarang kendaraan berat bermuatan lebih dari 2 ton melintas di ruas jalan tersebut. 

Petugas Satlantas Polres Lampung Barat juga telah memasang banner pemberitahuan di jalan masuk Liwa-Krui agar kendaraan berat tidak melintas. 

Sebagai informasi, longsornya ruas jalan tersebut disebabkan akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Lampung Barat

Kasalantas Polres Lampung Barat AKP Samsirizal membenarkan adanya larangan melintas bagi kendaraan dengan muatan di atas 2 ton. 

Ia mengatakan, petugas gabungan dari TNI dan Polri telah memasang banner pemberitahuan terkait larangan melintas itu.

“Kendaraan muatan di atas 2 ton saat ini dilarang melintas, karena jalan berpotensi longsor,” ujarnya, mewakili Kapolres AKBP Rinaldo Aser, Minggu (19/1/2025). 

“Untuk yang ingin menuju Bengkulu dapat melalui Tanggamus dan untuk menuju Bandar Lampung dapat melalui Bukit Kemuning," lanjutnya.

Soal masa pemberlakuan larangan itu, lanjut Samsi, saat ini pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. 

“Untuk sampai kapannya kami lagi koordinasikan dengan PU yang berwenang untuk pemeliharaan dan perbaikan jalannya,” pungkasnya. 

Sebelumnya diberitakan, hujan deras juga menyebabkan amblesnya jembatan sepanjang 6 meter di Pekon Margodadi, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Sabtu (18/1/2025). 

Jembatan itu merupakan akses vital penghubung Pekon Margodadi menuju Pekon Ambarawa Timur. 

Meski sudah dalam penanganan, jembatan ini baru bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor.

Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Priyono mengatakan, banjir merendam sebagian besar wilayah Kecamatan Ambarawa, termasuk Pekon Margodadi, Ambarawa Induk, Ambarawa Barat, Ambarawa Timur, Kresnimulyo, dan Jati Agung. 

“Air tidak hanya menggenangi jalan, tetapi juga masuk ke sejumlah rumah warga,” katanya. 

(Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved