Imlek 2025

Kumpul Keluarga hingga Berburu Angpao, Kegiatan Favorit Rayakan Imlek Kaum Milenial

Imlek mengandung makna mendalam tentang kebersamaan, harapan, dan penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

|
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Ilustrasi - Imlek. 

“Semoga di tahun baru imlek ini semoga aku bisa menjadi pribadi yang lebih dewasa, bisa membahagiakan orang tua dan keluarga tentunya, bisa semakin wise dalam berkata-kata dan bertindak,” tuturnya.

Tak jauh berbeda dengan Novi, bagi Sintya Bella Natasia mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara, Imlek adalah momen yang menyatukan banyak relasi baik, baik dengan keluarga maupun teman-teman.

“Imlek adalah momen yang menyatukan banyak relasi baik dengan keluarga dan juga teman, momen ini memiliki banyak sekali makna dan harapan,” kata Sintya.

Salah satu tradisi Imlek yang selalu dilakukan Sintya adalah sembayang leluhur dan berbagi angpao, yang merupakan bagian penting dari ritual perayaan Imlek.

“Tradisi yang selalu dilakukan saat imlek adalah sembayang leluhur, sembayang kepada para dewa-dewi, dan juga berbagi angpao,” ungkapnya.

Saat Imlek, aktivitas favorit dara 19 tahun ini adalah berburu angpao dari keluarga. Sementara, makanan khas yang selalu dinantikan adalah nastar buatan sang ibu.

“Aktivitas favorit saya saat imlek tentu saja saat ‘hunting’ angpao, makanan khas yang saya selalu tunggu adalah nastar buatan ibu saya,” katanya.

Dia berharap di tahun baru Imlek ini impian-impian yang telah direncanakan dapat terwujud satu per satu, serta agar orang-orang terdekatnya bisa bahagia menikmati hidup mereka.

“Tahun baru imlek kali ini saya harap impian saya pelan-pelan bisa terwujud satu persatu, dan juga orang terdekat saya bisa bahagia menikmati hidup,” tutup Sintya.

Sementara itu, Helen Afriliyanti, karyawan swasta memiliki pandangan yang sedikit berbeda mengenai makna Imlek. Bagi Helen, Imlek adalah awal tahun bagi tradisi Tionghoa yang penuh dengan harapan baru dan semangat baru.

“Imlek adalah awal tahun bagi tradisi tionghoa, harapan baru, semangat baru, layaknya merayakan tahun baru masehi,” jelas Helen.

“Bagi etnis Tionghoa yang kental dengan shio atau karakter zodiak China, Imlek menjadi lebih berarti kepada peruntungan. Bagaimana peruntungan shio tahun Imlek saat ini dengan shio kita, cocok, akan beruntung, atau chiong (kurang beruntung)," ujar perempuan 36 tahun ini.

Imlek bagi Helen adalah momen berkumpul dengan keluarga besar, menjalin silaturahmi, serta merayakan harapan baru dan semangat baru.

Salah satu tradisi yang selalu dilakukannya adalah berdoa bersama keluarga setiap malam menjelang Imlek, memasang dupa dan lilin, serta memanjatkan doa kepada Tuhan agar kehidupan dan keluarga diberkati kesejahteraan, kesehatan, dan kebahagiaan.

“Karena saya Buddhis, maka setiap malam menjelang imlek kami sekeluarga berdoa bersama dan memasang dupa serta lilin hingga lewat tengah malam,” ungkap Helen.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved