Berita Terkini Nasional
Identitas Pelaku Mutilasi Perempuan Dalam Koper di Ngawi
Identitas lengkap pelaku mutilasi perempuan dalam koper di Ngawi, Jawa Timur, belum diungkap polisi, namun mereka menyebut jika pelaku inisial A.
Tak hanya itu, netizen juga menyorot lokasi TKP, dugaan pelaku yang belum bisa dipastikan kebenarannya, sampai identitas korban yang tersebar di tengah proses penyelidikan polisi.
Menanggapi banyaknya kabar burung di media sosial, Kasatreskrim Polres Ngawi AKP Joshua Peter Krisnawan menegaskan, korban tidak dalam keadaan hamil.
“Kami himbau masyarakat lebih bijak menyebarkan berita, yang belum bisa dipastikan kebenarannya,” tegas AKP Joshua, di Mapolres Ngawi, Sabtu (25/1/2025).
Peter menyatakan, masyarakat diharapkan lebih berhati hati dalam memberikan informasi, atau hal hal terkait lainnya yang bisa mengganggu menghambat proses penyelidikan.
“Semua masih dalam proses penyelidikan. Mari kita sama sama hormati proses penanganan yang ada, supaya pelaku cepat tertangkap, dan kasus ini terungkap dengan sempurna,” ucapnya.
Peter juga meminta kepada masyarakat, untuk menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan perkara ini kepada pihak berwajib.
“Kami berkomitmen penuh melaksanakan proses penyelidikan, secara profesional prosedural akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan dengan berbasis ilmiah atau CSI,” pungkasnya.
Sudah Dimakamkan
Kendati kondisi tubuhnya belum utuh, namun saat ini jasad korban telah dimakamkan di Blitar.
Jenazah tiba di rumah orang tuanya Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jumat (24/1/2025) sekira pukul 19.00 WIB.
Jenazah korban sempat disemayamkan untuk disalatkan di rumah duka.
Setelah itu, jenazah langsung dimakamkan di tempat pemakaman umum Desa Sidodadi.
"Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 19.10 WIB. Dibawa mobil ambulans dari Ngawi" kata Camat Garum, Arinal Huda di rumah duka, Jumat (24/1/2025).
"Kemudian disalati dan sebagainya. Sekitar pukul 20.00 WIB langsung dibawa ke pemakaman di TPU Desa Sidodadi," ungkap Arinal.
Sejumlah warga juga terlihat hadir melayat di rumah duka.
Beberapa warga ikut mengangkat peti jenazah korban di rumah duka.
Dari rumah duka, peti jenazah korban dinaikkan mobil pikap untuk dibawa ke tempat pemakaman umum Desa Sidodadi.
"Jenazah tiba di rumah duka dalam kondisi sudah disucikan dan dimasukan dalam peti," ujar Arinal.
Ayah Uswatun Khasanah, Nur Khalim menuturkan anaknya itu sempat tiga kali menikah dan dikarunia dua anak, usia 10 tahun dan 7 tahun.
Menurut Nur Khalim, pernikahan ketiga korban dengan pria Tulungagung belum lama, baru jalan sekitar tiga tahun.
Awal nikah, korban dan suami ketiga kalinya ini juga hidup rukun di Blitar tapi, setahun terakhir, Nur Khalim tidak pernah ketemu dengan suami dari pernikahan ketiga korban.
"Setahunan ini, saya tidak pernah ketemu suami anak saya. Lebaran tahun lalu juga tidak datang ke rumah," kata Nur Khalim.
Nur Khalim juga tidak pernah bertanya kepada korban soal suaminya.
Korban sendiri juga tidak pernah cerita kepada Khalim.
Khalim mengira suami korban kerja di luar kota dan jarang pulang.
"Anak saya tidak pernah cerita soal suaminya. Selama ini anak saya juga terlihat baik-baik saja," ujarnya.
Sampai sekarang, Nur Khalim juga tidak tahu apakah korban dan suami dari pernikahan ketiga ini masih bersama atau sudah pisah.
"Ini tadi, suaminya juga tidak terlihat datang ke Blitar," kata Khalim.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
| Siasat Licik Nur Habiskan Uang Rp1,2 M Punya Tonny, Nginap Hotel hingga Belanja |
|
|---|
| Berstatus Istri Orang, Ayu Selingkuh dengan Eks Pacar, hingga 4 Kali Berhubungan! |
|
|---|
| Kronologis Terapis Spa Kuras Saldo ATM Pelanggan hingga Rp1,2 M, Nur Puas Foya-foya |
|
|---|
| Tragedi di Kamar Hotel, MAP Emosi Ayu Minta iPhone, Berujung Dicekik lalu Dibakar |
|
|---|
| Detik-detik Pejalan Kaki Tewas Terlindas Truk Trailer, Diduga Terpeleset |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Uswatun-Khasanah-semasa-hidup.jpg)