Berita Terkini Nasional

Pergoki Istri Berduaan dengan Pria Lain, Suami Pukul Sang Selingkuhan hingga Tewas

Pergoki istrinya berduaan dengan pria lain dalam rumah, suami di Langkat, Sumatera Utara, spontan pukul sang selingkuhan pakai botol hingga tewas.

Dokumentasi
BUNUH SELINGKUHAN ISTRI: Foto ilustrasi, borgol. Pergoki istrinya berduaan dengan pria lain dalam rumah, suami di Langkat, Sumatera Utara, spontan pukul sang selingkuhan pakai botol hingga tewas di tempat. Insiden pembunuhan yang dilakukan pria berinisial D (38) itu terhadap selingkuhan istrinya, Sujarwo, terjadi di Dusun VI Bukit Payung 1, Desa Kwala Besilam, Kabupaten Padang Tualang, Langkat, Sumatera Utara, Sabtu (1/2/2025). 

Setelah berhasil ditangkap, pelaku D dibawa ke Polsek Padang Tualang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

BERITA LAIN: Sertifikat Tanah Diduga Jadi Pemicu Sunardi Bunuh Istri Sahnya 2 Tahun Lalu

Insiden pembunuhan viral terjadi di Bekasi, Jawa Barat.

Sertifikat tanah diduga jadi pemicu Sunardi (44) membunuh istri sahnya, Almaida (51), dan memasukkan jasad korban ke dalam septic tank.

Diketahui, kasus pembunuhan Almaida terjadi pada November 2022 baru terungkap pada Rabu (5/2/2025). Almaida dibunuh suaminya, Sunardi di dalam rumah di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Jasad dimasukkan ke septic tank dan tersangka menyembunyikan kematian korban selama dua tahun lebih.

Kasus pembunuhan Almaida terbongkar setelah warga menemukan jasad wanita penagih utang bernama Sri Pujiyanti (23) di rumah Sunardi, Selasa (4/2/2025).

Terungkap Sunardi membunuh Almaida dan Sri Pujiyanti dengan cara yang sama yakni mencekik leher menggunakan kain.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Mustofa, mengatakan Sunardi dan Almaida sempat berselisih masalah sertifikat tanah.

“Pelaku ini sempat meminjam sertifikat tanah yang saat itu atas nama istrinya dan dijaminkan di salah satu bank sebesar Rp 50 juta,” bebernya, Rabu (5/2/2025).

Kombes Mustofa menambahkan korban memberikan sertifikat rumah lantaran Sunardi ingin membuka usaha.

Namun, sertifikat tanah digadaikan Sunardi untuk berfoya-foya dan berjudi.

Sunardi terpancing emosinya saat korban menagih sertifikat tanah hingga melakukan pembunuhan.

“Karena tersangka ini didesak terus oleh istrinya agar sertifikat itu dibalik nama atas nama anaknya, dia kebingungan,” lanjutnya.

Hal senada diungkapkan anak kandung korban, Edi Rianto, yang tak senang dengan sifat Sunardi yang sering berjudi.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved