Berita Terkini Nasional

2 Mahasiswa Unissula Tewas Tenggelam di Waduk Kompleks Kampus

Dua mahasiswa bernama  Andre Budi Setiawan (23) warga Jepara dan Syarif Hidayatullah (21) warga Gresik tewas tenggela di waduk kompleks kampus.

Editor: taryono
Tribunjateng.com/ Rahdyan Trijoko Pamungkas
TEWAS TENGGELAM - Tim Basarnas mengevakuasi dua mahasiswa Unissula Semarang Jawa Tengah yang tewas tenggelam di waduk kampus setempat, Selasa (11/2/2025) malam. Mereka tenggelam saat berenang di waduk. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Semarang - Dua mahasiswa bernama  Andre Budi Setiawan (23) warga Jepara dan Syarif Hidayatullah (21) warga Gresik tewas tenggela di waduk kompleks Universitas Sultan Agung (Unissula), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2025) sore.

Keduanya adalah mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Fakultas Teknik Industri Unissula.

Dilansir Tribun Jateng, ayah almarhum Andre, Boni Sandya Budi Antara, mengenang sosok anaknya sebagai orang yang periang, sederhana, dan tak pernah merepotkan keluarga.

Di rumah duka korban Andre yang berada di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, tampak dipenuhi oleh kerabat almarhum dan keluarga.

Selain itu, ada beberapa ucapan duka berbentuk karangan bunga menghiasi rumah almarhum.

"Andre orangnya baik. Dia benar-benar tidak pernah merepotkan keluarganya. Misal mau beli baju atau apa pun itu dia usaha sendiri," kata Boni, Rabu (12/2/2025)

Boni menyebut, anaknya bisa berkuliah di Unissula karena memperoleh beasiswa.

Almarhum yang merupakan mahasiswa semester 8 ini, dikebumikan di makam dekat rumahnya di Pemakaman Jabang Bayi, Desa Pecangaan Kulon, Kabupaten Jepara. 

"Semalam jenazah datang sekitar pukul 12 malam. Saya terharu ada banyak teman Andre mungkin sampai ratusan yang mengantarkan Andre." 

"Mereka bercerita Andre sosok yang periang dan humoris. Andre juga ikut kegiatan sosial," ucapnya.

Semasa almarhum berkuliah, jelas Boni, ia aktif dalam kegiatan seni teater kampus dan paramedis jalanan.

Boni mendapatkan cerita itu dari teman mendiang anaknya. 

"Saya baru tau ternyata Andre itu ikut kegiatan sosial saat temennya baru ngomong. Kalau ada banjir atau rob dia selalu terdepan yang menggalang donasi dan membantu. Terus dia juga jadi paramedis," ujarnya.

Jiwa sosial yang dimiliki almarhum ternyata diwarisi dari sang ibu yang sehari-hari aktif dalam kegiatan sosial, seperti menjadi relawan dalam kegiatan posyandu di Desa Pecangaan Kulon.

"Tentunya saya dan keluarga akan terus mencoba sebisa mungkin menjalankan kegiatan sosial meneruskan Andre yang aktif di aksi sosial," ungkapnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved