Berita Lampung
Petani Lampung Selatan Kritisi MBG, Dorong Pendidikan Gratis
Gede Astana seorang petani asal Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mendatangi kantor DPRD setempat, Selasa (18/2/2025).
Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: soni
Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan-I Gede Astana seorang petani asal Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, mendatangi kantor DPRD setempat, Selasa (18/2/2025).
Dengan memakai ikat kepala bendera merah putih dan menggenggam bendera merah putih pada batang bambu, I Gede Astana mendatangi kantor DPRDsetelah sidang paripurna pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Lampung Selatan hasil Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020, sekitar pukul 13.00 WIB.
I Gede Astana datang ke kantor DPRD Lampung Selatan membawa pesan bagi anggota DPRD setempat soal makan bergizi gratis.
Ia juga membawa drum yang bertuliskan pesan yang ingin disampaikan kepada anggota dewan di DPRD Lampung Selatan.
Di drum itu tertulis Pasal 15 UUD 45 aspirasi politik. Kepada DPRD dan DPR RI, Presiden dan Wakil Presiden, Panglima ABRI, dan Polisi.
Ada pemberontakan dari sektor ekonomi. Racun rumput digunakan untuk merusak pertanian.
Peternakan dan perikanan di racun/Tuba.
Dua hal diatas dijelaskan penyebabnya karena virus alami dari Tuhan.
Hak-hak saya adalah sesuai pasal 15 UUD 1945.
Awalnya ia tampak kebingungan masuk ke ruang komisi berapa yang menurutnya tepat untuk menangani kasus makan bergizi gratis tersebut.
Lalu, Ia masuk ke ruanh komisi II yang kebetulan saat itu pintunya terbuka.
Ia pun sempat berbincang langsung dengan anggota komisi II yang kebetulan saat itu ada di ruangan.
Setelah itu I Gede Astana keluar ruangan komisi II dengan wajah kekecewaan.
Sebab, tuntutannya itu dianggap sebelah mata.
Ia malah disuruh lapor ke pemerintah desa dahulu, baru nanti pemerintah desa yang akan menyampaikannya kepada mereka.
Menurut I Gede Astana kehadirannya ke kantor DPRD Lampung Selatan untuk menanyakan perihal makan bergizi gratis yang menurutnya tidak tepat sasaran.
Sebab menurutnya, daripada memberikan makan bergizi gratis, anak-anak membutuhkan pendidikan gratis.
"Saya berangkat atas inisiatif saya sendiri. Kebetulan anak saya sudah tidak ada yang sekolah karena putus sekolah. Mereka udah pada kerja, merantau," ujarnya.
"Berangkat dari pengalaman anak saya. Saya rasa makan bergizi gratis itu tidak terlalu mendesak. Mending memberikan pendidikan gratis. Dimana saat ini, banyak anak-anak yang putus sekolah," sambungnya.
Ia mengungkapkan kegelisahannya terhadap pendidikan di Indonesia. Dimana ia merasa khawatir dengan masa depan anak di Indonesia.
"Saya berharap mereka (anak sekolah) mendapat pendidikan yang layak. Agar mereka dapat pengetahuan yang banyak. Masa nanti mereka tidak bisa membedakan pupuk sama bibit. Sedangkan ayahnya petani," ujarnya.
"Kami juga pengen dong anak kami memiliki cita-cita yang tinggi. Salah satunya dengan memberikan pendidikan yang baik," sambungnya.
Ia mengatakan kehadirannya ke kantor DPRD Lampung Selatan untuk menyampaikan aspirasinya, agar mereka dapat mengusulkan ke pemerintah pusat.
"Ya saya berharap mereka bisa menyampaikan aspirasi saya ke pemerintah pusat. Jangan nunggu reses atau hearing saja," ujarnya.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )
| Dosen Itera Beberkan Tantangan Pertumbuhan Mobil Listrik di Lampung |
|
|---|
| 300 Tobong Bata Mati Suri, Warga Pubian Kehilangan Penghasilan Akibat Tambang Ditutup |
|
|---|
| Bayar Pajak Kendaraan Beda Nama KTP Kini Bisa di Lampung, Ini Syaratnya |
|
|---|
| Peringati Bulan Menggambar, FPL Ajak Seniman Eksplorasi 'Ruang dalam Garis' |
|
|---|
| Semarak Hari Bumi, BKSDA Lampung Lepas Liarkan 942 Ekor Burung Ilegal ke Tahura WAR |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/mengedepankan-pendidikan-gratis.jpg)