Berita Terkini Nasional
Sosok Sigit Pamungkas, Bupati Sragen yang Rumahnya Beralaskan Semen Berdinding Bata Merah
Sosok Sigit Pamungkas, Bupati Kabupaten Sragen, Jawa Tengah yang rumahnya masih beralaskan semen dan berdinding batu bata.
Selain itu, malam hari setelah pencoblosan, warga sekitar juga berinisiatif menggelar musik orgen tunggal, untuk merayakan kemenangan Sigit Pamungkas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com, rumah tersebut kini tinggali oleh kakak-kakak Sigit.
Pasalnya, setelah lulus SMA, Sigit merantau ke Yogyakarta untuk berkuliah, lalu diterima sebagai dosen PNS di Fisipol Universitas Gadjah Mada.
Tak sampai disitu, Sigit lalu pindah ke Jakarta, karena terpilih menjadi anggota KPU RI.
Dan sebelum mendaftar sebagai calon Bupati Sragen, Sigit juga merupakan staf ahli di Kantor Staf Presiden.
Menurut hasil pleno KPU RI, pasangan Sigit Pamungkas - Suroto memenangkan Pilkada Sragen 2024 berkat memperoleh 330.830 suara.
Karena tidak memiliki sengketa Pilkada 2024, Sigit Pamungkas - Suroto tinggal dilantik sebagai bupati dan wakil bupati pada 20 Februari 2025.
Jadwal pelantikan kepala daerah tersebut sesuai dengan permintaan Presiden ke-8 Prabowo Subianto.
Oleh karena itu, Sigit Pamungkas - Suroto bakal dilantik sebagai kepala daerah Kabupaten Sragen untuk periode 2025-2030.
Sebagian masyarakat Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sepertinya masih asing dengan sosok Sigit Pamungkas yang merupakan politisi baru.
Sebelum terjun ke dunia politik, Sigit Pamungkas sempat menjadi Staf Ahli Utama di Kantor Staf Presiden RI.
Perjuangan Sigit Pamungkas hingga merasakan berbagai jabatan tinggi tentu tidaklah mudah dan sebentar.
Apalagi Sigit Pamungkas yang lahir pada 1976 ini berasal dari keluarga petani sederhana di Desa Mojorejo, Kabupaten Sragen.
Ia besar dan tumbuh di lingkungan Waduk Kembangan. Meski hidup dalam keterbatasan, Sigit tetap berprestasi.
Sigit Pamungkas berhasil meraih gelar Sarjana Ilmu Politik (S.IP) dengan predikat Cum Laude dari Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2001.
| 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Dibawa ke RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang |
|
|---|
| Persembunyian Terendus Polisi, Pembunuh Nenek Dumaris Sempat Lari ke Kota Ini |
|
|---|
| Penyebab 'Adu Kambing' Bus ALS dan Truk BBM, Oleng Hindari Sesuatu di Jalan |
|
|---|
| Kronologis Tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki, Warga Panik, "Coba Telepon PLN" |
|
|---|
| Pihak RS Takut Buka Kantong Jenazah 16 Orang Korban Bus Terbakar di Lubuklinggau |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/RUMAH-SEDERHANA-BUPATI-kiri-Bupati-Sragen-Sigit-Pamungkas.jpg)