Berita Terkini Nasional

Putri Karlina Wakil Bupati Perempuan Pertama di Garut yang Bernyali

Putri Karlina viral sesudah aksinya menegur ormas yang meresahkan saat sweeping rumah makan buka pada bulan puasa di Garut.

Tayang:
Kolase Instagram putri.karlina14
SOSOK WABUP GARUT - Sosok Wakil Bupati Garut, Putri Karlina kini sedang ramai jadi perbincangan setelah aksi beraninya menggretak ormas yang sweeping warung makan. Putri Karlina ternyata Wakil Bupati perempuan pertama di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jawa Barat - Sosok Luthfianisa Putri Karlina Wakil Bupati Garut, Jawa Barat sedang jadi sorotan.

Putri Karlina viral sesudah aksinya menegur ormas yang meresahkan saat sweeping rumah makan buka pada bulan puasa di Garut.

Keberanian Putri Karlina menegur ormas menuai perhatian publik lantaran sosoknya sebagai wanita tergolong bernyali.

Alhasil banyak pihak yang penasaran dengan Putri Karlina, wakil bupati perempuan pertama di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Setelah ditelusuri, ternyata Putri Karlina memiliki latar belakang yang tak biasa.

Sebab Putri Karlina merupakan anak seorang jenderal polisi aktif.

Ayah Putri Karlina saat ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Karyoto.

Putri Karlina baru berusia 31 tahun saat dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Wakil Bupati Garut pada 20 Februari 2025.

Putri Karlina menjadi sorotan saat menegur ormas Islam yang membubarkan warung yang buka di waktu puasa.

Ormas itu mengklaim sebagai Aliansi Umat Islam melakukan sweeping terhadap warung-warung yang buka pada siang hari di bulan Ramadan.

Video sweeping itu diunggah di akun TikTok @gagal sarjana.

Video beredar nampak seorang pria anggota ormas memarahi pembeli di warung lantaran tidak berpuasa.

Selain itu, pria anggota ormas tersebut sengaja menumpahkan minuman di depan pembeli.

Putri Karlina nampak geram melihat aksi itu.

Baca juga: Rekam Jejak Putri Karlina Wakil Bupati Garut yang Berani Gertak Ormas

Ia langsung melakukan pertemuan dengan perwakilan ormas dan menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak tepat dilakukan, karena berdampak Kota Garut dicap sebagai kota yang tidak ramah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved