Berita Terkini Nasional

Oknum TNI AL Diduga Sudah Satu Bulan Rencanakan Pembunuhan Juwita 

Oknum TNI AL  Jumran alias J (23) diduga sudah satu bulan rencanakan pembunuhan terhadap jurnalis Juwita (23).

Editor: taryono
Kolase BanjarmasinPost.co.id/Stanislaussene | Instagram @/juwita0515
WARTAWATI DIBUNUH TNI - (Kiri) Tersangka Jumran, oknum TNI AL Balikpapan, Kalimantan Timur, mengenakan baju tersangka saat menjalani proses rekonstruksi pembunuhan Jurnalis Juwita di Gunung Kupang, Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (5/4/2025).(Kanan) Foto korban Juwita semasa hidup yang diunggah di akun Instagram pribadinya. Jumran diduga membunuh Juwita di Banjarbaru pada Sabtu (22/3/2025). Oknum TNI AL  Jumran alias J (23) diduga sudah satu bulan rencanakan pembunuhan terhadap jurnalis Juwita (23). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KALSEL - Oknum TNI AL  Jumran alias J (23) diduga sudah satu bulan rencanakan pembunuhan terhadap jurnalis Juwita (23).

Hal itu diungkap oleh Ketua tim kuasa hukum keluarga Juwita, Muhammad Pazri.

Pazri menyebut J telah menyusun rencana sistematis agar jejak pembunuhannya tak terendus. 

Termasuk, dengan membawa sarung tangan saat melancarkan aksinya hingga membeli air untuk menghapus sidik jari di lokasi kejadian. 

"Ini jelas bukan pembunuhan spontan. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati. Bahkan menurut kami, perlu diperberat,” ujar Pazri, dikutip dari Banjarmasinpost.co.id, Senin (7/4/2025). 

Pazri meyakini J telah merencanakan pembunuhan itu. 

Karena itu, Pazri mendesak agar J dijatuhi vonis yang seberat-beratnya hingga hukuman mati. 

"Dari diskusi kami dengan penyidik, ternyata satu bulan sebelum kejadian itu, bahkan bisa lebih, sudah direncanakan oleh tersangka untuk melakukan pembunuhan," benernya. 

Teka-teki Keberadaan Ponsel Juwita

Hingga saat ini, keberadaan ponsel Juwita belum diketahui. 

Pazri mengatakan, ponsel J juga belum ditemukan. 

Hal tersebut membuat pengungkapan kasus pembunuhan Juwita semakin kabur.

"Ponsel korban dan tersangka yang belum ditemukan ini sangat penting. Menurut informasi dari penyidik, ponsel tersangka ada dua, satu dibawa ke Banjarbaru dan satu lagi dibawa ke Balikpapan,” jelas Pazri. 

Menurut Pazri, belum diketahuinya keberadaan ponsel korban dan tersangka semakin memperjelas bahwa pembunuhan ini telah direncanakan. 

Pasalnya, kata Pazri, tersangka bisa merancang pembunuhan ini agar sulit diungkap. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved