Berita Terkini Nasional

Penyebab Dapur MBG di Jaksel Tutup karena Rugi Rp 1 Miliar

Kerugian besar dialami dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan.

Tayang:
Kompas.com/Ruby Rachmadina
DIPERIKSA - Ira Mesra, pemilik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalibata, diperiksa selama sembilan jam oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan terkait laporan dugaan penggelapan dana oleh Yayasan Media Berkat Nusantara (MBN), Jumat (18/4/2025). 

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Kerugian besar dialami dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan

Tidak main-main, kerugian yang dialami hampir mencapai Rp 1 miliar. 

Tak pelak, dapur MBG tersebut terpaksa tutup.

Ira Mesra Destiawati, pemilik dapur MBG Kalibata, telah melaporkan Yayasan Media Berkat Nusantara (MBN) ke Polres Metro Jakarta Selatan karena dugaan penggelapan dana makan bergizi gratis hingga Rp 1 miliar. 

Kuasa hukum Ira, Danna Harly, mengatakan bahwa yayasan itu diduga tidak menyalurkan dana MBG yang semestinya digunakan untuk pembiayaan operasional dapur. 

Harly menjelaskan, kliennya sudah memasak lebih dari 65.000 porsi, tapi tidak menerima pembayaran sepeser pun. 

Yayasan MBN telah menerima transfer dana sebesar Rp 386,5 juta dari BGN, lembaga pemerintah yang menaungi program MBG. 

Namun, dana tersebut diduga tidak disalurkan kepada mitra yang seharusnya menjalankan kegiatan memasak dan distribusi makanan. 

Kekhawatiran terkait program MBG ini sempat diangkat dalam perbincangan antara Presiden Prabowo Subianto dengan enam pemimpin redaksi media pada Minggu (6/4/2025). 

Dalam perbincangan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya pengawasan agar program MBG tak dikorupsi. 

Prabowo mengatakan, Kodim dan kepolisian akan ikut mengawasi program MBG. 

"Pengawasan sangat penting. Karena itu, kita didik manajer. Dan karena itu, saya minta semua lembaga yang ada di sekitar itu mengawasi. Satu, saya minta Komandan Kodim mengawasi. Kepala polisi mengawasi, camat mengawasi, kabupaten mengawasi, kepala-kepala sekolah mengawasi," ujar Prabowo, Selasa (8/4/2025). 

Pengawasan program MBG juga bertujuan sebagai bagian evaluasi pelaksanaannya yang sudah dilakukan di sejumlah daerah. 

Prabowo melihat terdapat sejumlah kendala yang ditemui di beberapa sekolah seperti mati listrik hingga kualitas makanan. 

"Jadi kepala sekolah, kalau dia lihat makanannya enggak benar, cepat laporan. Ya kan? Kadang-kadang kan ada, force majeure, pernah ada peristiwa mati listrik. Kamar pendingin, freezer, mati. Berapa jam, daging sudah gak bagus, ya kan? Tapi, karena ada manajer, begitu dikasih tahu, dia datang, langsung diganti makanan lain," ujar Prabowo. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved