Berita Terkini Nasional
2 Oknum TNI AD di Kota Serang Keroyok Warga hingga Tewas
Dua oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI) berinisial Pratu MI dan Pratu FS bersama dua warga sipil lainnya mengeroyok warga.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SERANG - Dua oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI) berinisial Pratu MI dan Pratu FS bersama dua warga sipil lainnya mengeroyok pria bernama Fahrul Abdillah (29) hingga tewas pada Selasa (15/4/2025).
Saat ini, 2 oknum TNI AD itu telah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan Detasemen Polisi Militer (Denpom) III/4 Serang.
Sementara, dua tersangka lainnya merupakan warga sipil berinisial MS (24) dan JH (24), yang kini sudah ditahan Polresta Serang Kota.
MS dan JH dijerat Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 12 tahun.
Danrem 064/Maulana Yusuf, Brigjen Inf Andrian Susanto, mengungkapkan ada dua Tempat Kejadian Perkara (TKP) dalam aksi pengeroyokan ini.
TKP pertama yakni lokasi pengeroyokan yang tewaskan korban dan tempat kedua yakni di kostan 27 Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang.
"Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Denpom III/4 Serang, telah diperiksa sebanyak 9 saksi di TKP pertama dan 5 saksi di TKP kedua," kata Andrian di kantornya, Senin (21/4/2024), dilansir TribunBanten.com.
Menurut Andrian, kedua oknum anggota TNI AD tersebut bertugas di Denma Korem 064/Maulana Yusuf Serang.
Andrian pun menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang melibatkan anggotanya dan merugikan masyarakat sipil.
"Kami menyampaikan mohon maaf atas terjadinya peristiwa yang terjadi yang diduga melibatkan dua oknum anggota TNI dan merugikan warga sipil," tuturnya.
Mabuk Miras
Andrian juga mengungkapkan, dua anggotanya itu melakukan aksi penganiayaan di bawah pengaruh minuman keras (miras).
"Jadi saya perlu sampaikan, untuk motif ini dipengaruhi oleh adanya minuman keras," ujar Andrian, dilansir Kompas.com.
Kini, penyidik Denpom III/4 Serang dan Polresta Serang Kota juga sedang mendalami penggunaan narkoba oleh para pelaku.
Tetapi untuk sementara ini, Andrian memastikan para pelaku saat melakukan aksi penganiayaan pada Senin (14/4/2025), di bawah pengaruh alkohol.
"Kita juga mendalami apakah pelaku-pelaku ini, baik itu dari TNI AD, dari pemeriksaan oleh Denpom maupun dari Polresta, ada indikasi menggunakan narkoba atau tidak," ungkap Andrian.
Kronologi
Pengeroyokan bermula saat Fahrul bersama teman-temannya nongkrong di depan kantor Bank Banten Jalan Raya Ahmad Yani, Kota Serang, pada 15 April 2024 dini hari.
Kemudian terjadi kesalahpahaman antara teman korban dengan para pelaku.
Kobran Fahrul yang hendak melerai pertikaian tersebut justru malah menjadi korban pengeroyokan.
Teman-teman Fahrul tak bisa berbuat apa-apa lantaran melihat pelaku diduga membawa senjata api.
Tidak lama setelah itu, teman-teman Fahrul datang kembali ke lokasi tersebut dengan aparat kepolisian.
Namun korban sudah terkapar tidak sadarkan diri dan bersimbah darah.
Fahrul langsung dilarikan ke rumah sakit (RS) Sari Asih Kota Serang, lalu kemudian pihak keluarga membawa korban ke RSUD Banten.
Korban sempat dirawat selama 4 hari di RSUD Banten sebelum dinyatakan meninggal pada Jumat (18/4/2025), sekitar pukul 06.25 WIB.
Fahrul kemudian dimakamkan di kampung halamannya di Kampung Sajira Barat, Desa Sajira, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Diduga Korban TPPO, Keluarga Kesulitan Biaya, Jenazah Susi Dimakamkan di Kamboja |
|
|---|
| Narkoba Buat Arifuddin Harus Lepaskan Seragam Polisinya, Kini Fokus Pulihkan Mental |
|
|---|
| Asyik Pacaran di Kegelapan Malam, Pasangan Ini Malah Jadi Korban Pembegalan |
|
|---|
| Pulang Sekolah via Lorong Mbah Dukun, Siswi SMP Nyaris Jadi Korban Rudapaksa |
|
|---|
| Berdalih Ritual Pembersihan, Oknum Guru Silat Rudapaksa 11 Murid Perempuan, 1 Hamil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/TNI-KEROYOK-WARGA-Komandan-Korem-Danrem-064Maulana-Yusuf-Serang.jpg)