Paus Fransiskus Wafat

Umat Katolik Berduka, Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun

Umat Katolik di seluruh dunia berduka, setelah pemimpin Amerika Latin pertama Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, wafat.

Tangkap layar YouTube CBC Evening News
PAUS FRANSISKUS: Tangkapan layar dari YouTube CBC Evening News yang diambil pada Senin (24/2/2025), menunjukkan Paus Franskiskus yang duduk di kursi rodanya. Pada 21 April 2025, Vatikan mengumumkan kematian Paus Fransiskus. 

Tribunlampung.co.id, Roma - Umat Katolik di seluruh dunia berduka, setelah pemimpin Amerika Latin pertama Gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus, wafat.

Pengumuman wafatnya Paus Fransiskus itu disampaikan melalui pernyataan Vatikan dalam pernyataan video pada Senin (21/4/2025).

Paus Fransiskus meninggal dunia di usia 88 tahun dan baru saja selamat dari serangan pneumonia ganda yang serius.

"Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan yang mendalam saya harus mengumumkan kematian Bapa Suci kita Fransiskus," kata Kardinal Kevin Farrell mengumumkan di saluran TV Vatikan.

“Pukul 7.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa," lanjutnya, seperti diberitakan Reuters.

Paus Fransiskus lahir dengan nama Jorge Mario Bergoglio.

Ia terpilih menjadi Paus pada tanggal 13 Maret 2013. Hal yang mengejutkan banyak pengamat Gereja yang menganggap tokoh Argentina itu, yang dikenal karena kepeduliannya terhadap kaum miskin, sebagai orang luar.

Paus Fransiskus berusaha menonjolkan kesederhanaan ke dalam peran agungnya dan tidak pernah menempati apartemen kepausan yang mewah di Istana Apostolik yang digunakan oleh para pendahulunya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa ia lebih suka tinggal di lingkungan masyarakat demi kesehatan psikologisnya.

Paus Fransiskus mewarisi Gereja yang diserang karena skandal pelecehan seksual anak dan terkoyak oleh pertikaian dalam birokrasi Vatikan, dan hingga ia terpilih dengan mandat yang jelas untuk memulihkan ketertiban.

Namun seiring dengan berjalannya masa kepausannya, Paus Fransiskus menghadapi kritik pedas dari kaum konservatif, yang menuduhnya merusak tradisi yang dijunjung tinggi.

Selain itu, ia juga menuai kemarahan kaum progresif, yang merasa ia seharusnya berbuat lebih banyak untuk membentuk kembali Gereja yang telah berusia 2.000 tahun, seperti diberitakan Al Jazeera.

Ketika ia berjuang menghadapi perbedaan pendapat internal, Paus Fransiskus menarik banyak perhatian orang dalam berbagai perjalanannya ke luar negeri karena ia tanpa lelah mempromosikan dialog dan perdamaian antaragama, dan berpihak pada mereka yang terpinggirkan, seperti para migran.

Pada 3-6 September 2024, Paus Fransiskus melakukan perjalanan apostolik ke Indonesia. 

( Tribunlampung.co.id / Tribunnews.com )

Baca juga: Pemimpin Katolik Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved