Berita Terkini Nasional
Hercules Tegaskan Tak Takut dengan Sutiyoso
Purnawirawan Jenderal TNI Bintang Tiga Sutiyoso menyebut ormas adalah jelmaan preman tukang palak, Hercules marah besar.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Purnawirawan Jenderal TNI Bintang Tiga Sutiyoso menyebut ormas adalah jelmaan preman tukang palak.
Karena itu, Sutiyoso mendukung revisi Undang-Undang Organisasi Masyarakat (Ormas) yang wacananya digulirkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Atas pernyataan tersebut, Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB), Hercules, Sutiyoso telah menyinggung hati ormas.
Untuk itu, Hercules meminta Sutiyoso diam. Ia bahkan menghina dan menyebut Sutiyoso sudah bau tanah.
Hal itu disampaikan Hercules saat memberi dukungan kepada Razman Nasution yang sedang bersidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (29/4/2025).
"Kayak Pak Sutiyoso itu ngapain, Pak Sutiyoso itu gak usahlah menyinggung ormas, sudahlah kalau saya bilang mulutmu sudah bau tanah. Gak usah nyinggung-nyinggung kita," ujar Hercules, Selasa, dilansir Tribun Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Hercules juga menegaskan dirinya tidak takut terhadap Sutiyoso.
"Orang boleh takut sama Pak Sutiyoso, saya gak takut," jelas Hercules.
Pernyataan Sutiyoso
Sebelumnya, purnawirawan jenderal TNI bintang tiga itu mengatakan dirinya mendukung revisi Undang-Undang Organisasi Masyarakat (Ormas) yang wacananya digulirkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.
Berpijak pada pengalaman sebelum-sebelumnya, diperlukan regulasi yang jelas bagi ormas-ormas di Indonesia.
Sehingga, ormas-ormas tidak melakukan hal yang semena-mena, baik terhadap masyarakat maupun pemerintah.
Sutiyoso pun menceritakan pengalamannya saat bersinggungan dengan ormas yang berperilaku seperti preman.
Terutama, saat ia menjabat Panglima Komando Distrik Militer (Kodam) Jaya pada 1996-1997 dan Gubernur Jakarta.
"Jadi waktu panglima pun sudah begitu, hiruk pikuknya ibu kota oleh aksi-aksi ormas yang menjelma jadi preman tukang palak, terutama di tempat-tempat hiburan," kata Sutiyoso saat berbicara di Youtube tvOneNews, tayang Minggu (27/4/2025).
Menurutnya, pengalaman dengan ormas yang berlaku layaknya preman, sangat tidak menyenangkan.
Untuk itu, ia menyatakan dukungannya terhadap wacana revisi Undang-Undang Ormas.
Ia berharap perubahan aturan juga membahas tata cara berpakaian ormas, yang saat ini dianggapnya mirip tentara.
"Bahwa saya sangat mendukung Pak Tito Mendagri mau merevisi Undang-Undang Ormas ini. Bukan tingkah laku mereka saja yang harus dievaluasi ya, tapi juga cara berpakaian."
"Saya tidak nyaman melihat ormas berpakaian yang terkesan lebih tentara dari tentara," ujar Sutiyoso.
Ia tidak rela jika baret merah khas Kopassus ditiru ormas.
"Pasukan khusus misalnya, bagaimana kita itu untuk mendapatkan baret merah enam bulan latihannya, dari Batujajar, ke gunung hutan, jalan 10 hari ke Cilacap ke Nusakambangan pakai baret merah, tahu-tahu dipakai ormas-ormas ini, kita sangat kecewa lah," jelasnya.
Revisi UU Ormas
Diketahui, Mendagri Tito Karnavian membuka peluang untuk revisi UU Ormas.
Hal ini dilakukan sebagai respon terhadap sejumlah ormas yang menimbulkan keresahan di masyarakat.
Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk memberikan pengawasan yang lebih ketat terhadap organisasi-organisasi masyarakat ini.
"Dalam perjalanan, setiap undang-undang itu dinamis. Bisa saja dilakukan perubahan-perubahan sesuai dengan situasi yang berkembang," kata Tito, baru-baru ini.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| 22 Siswa SMP Indramayu Diduga Korban Asusila, Penyintas Butuh Perlindungan Khusus |
|
|---|
| Motor Harley Davidson Terbakar Jadi Tontonan saat Pemilik Berjibaku Padamkan Api |
|
|---|
| Alasan Mengejutkan Pria Tusuk Kakek 4 Cucu sampai Tewas, 'Dia Kurang Ajar' |
|
|---|
| 22 Siswa SMP Diduga Jadi Korban Asusila Oknum Guru di Indramayu, Polisi Buru Pelaku DPO |
|
|---|
| Jokowi Akan Tunjukkan Ijazah Aslinya, Kuasa Hukum: Kami Serahkan Kepada Hakim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/HERCULES-DAN-SUTIYOSO.jpg)