Berita Terkini Nasional

Alasan Pecalang Tolak Keras Kehadiran Ormas GRIB Jaya di Bali

Alasan penolakan terhadap kehadiran GRIB Jaya disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Editor: taryono
Instagram @denpasarcerita
GRIB JAYA DI BALI - Ketua DPP GRIB Jaya, Hercules Rosario de Marshall, saat melantik Ketua DPW GRIB Jaya Bali, Yosef Nahak, pada 1 Mei 2025. Kehadiran organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Bali, ternyata menuai penolakan dari  keras dari pecalang, yang merupakan aparat keamanan adat di Pulau Dewata. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID,BALI - Kehadiran organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Bali, ternyata menuai penolakan dari  keras dari pecalang, yang merupakan aparat keamanan adat di Pulau Dewata.

Alasan penolakan terhadap kehadiran GRIB Jaya disampaikan oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta.

Menurutnya, Bali sudah memiliki sistem keamanan berbasis kearifan lokal melalui keberadaan pecalang atau petugas keamanan desa adat.

Dengan demikian,  ormas dari luar tidak diperlukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Bali

Selama ini, pecalang ini sudah terbukti membantu aparat kepolisian dan TNI untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat adat. 

"Jadi prinsipnya kami melihat bahwa di Bali ini kita sudah memiliki aparatur negara, baik itu TNI maupun Polri bertalian dengan keamanan dan ketertiban masyarakat itu satu. Yang kedua, dari 1.400 lebih desa adat, itu sudah memiliki pecalang desa adat. Nah, pecalang desa adat ini mempunyai peran untuk menjaga estetika wilayah adat itu sendiri," kata dia saat ditemui di Kantor Gubernur Bali, pada Senin (5/5/2025).

Ia mengatakan, masih menunggu kepulangan Gubernur Bali I Wayan Koster dari Belanda untuk menyikapi secara resmi deklarasi DPD GRIB Jaya di Bali.

 "Nanti kan kita koordinasi dengan Pak Gubernur karena Pak Gubernur hari ini kan akan balik dan Beliau juga sudah menyatakan bahwa menolak," kata dia.

Sebelumnya, kehadiran organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya di Bali memicu penolakan keras dari pecalang, yang merupakan aparat keamanan adat di Pulau Dewata.

Penolakan ini mencuat ke publik setelah beredarnya video pelantikan pengurus GRIB Jaya DPD Bali yang viral di media sosial Instagram. 

Penolakan itu didasarkan pada kekhawatiran bahwa kehadiran ormas luar dapat mengganggu tatanan kehidupan masyarakat Bali yang selama ini dijaga oleh sistem adat dan budaya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved