Ornamen Kantor DPRD Pesawaran Runtuh

Dugaan Penyebab Runtuhnya Ornamen Kantor DPRD Pesawaran pada Jumat Siang

Belum diketahui secara pasti penyebab runtuhnya ornamen ini, namun inilah dugaan sementara penyebabnya.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
PENYEBAB ORNAMEN RUNTUH - Ornamen kantor DPRD Kabupaten Pesawaran runtuh tepat usai pelaksanaan salat Jumat, Jumat (23/5/2025). Ini lah dugaan penyebab runtunya ornamen kantor DPRD Pesawaran.  

Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Ornamen kantor DPRD Pesawaran runtuh tepat usai pelaksanaan salat Jumat, Jumat (23/5/2025).

Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat aktivitas di dalam gedung DPRD Pesawaran tersebut masih berlangsung. 

Ornamen kantor dengan struktur baja ringan dan atap seng, ambruk sebagian besar hingga menyebabkan kerusakan serius di sisi luar dan dalam gedung utama.

Tampak beberapa petugas terkait dan warga tengah mengevakuasi puing-puing reruntuhan. 

Potongan beton dan material bangunan berserakan, menunjukkan besarnya dampak keruntuhan. 

Sementara itu, dinding luar dan panel bangunan terlepas dari struktur utama, menyisakan kerusakan parah di beberapa sisi gedung. 

Belum diketahui secara pasti penyebab runtuhnya ornamen ini, namun dugaan sementara mengarah pada lemahnya struktur bangunan tambahan di bagian atas.

Tidak ada laporan korban jiwa sejauh ini, namun seorang pegawai Satpol PP yang bertugas di Gedung DPRD itu mengalami luka-luka.

Selain itu pihak berwenang pun masih terus melakukan pencarian dan penyelidikan lebih lanjut. 

Sebelumnya diberitakan, ornamen kantor DPRD Pesawaran runtuh pada Jumat siang, 23 Mei 2025, tepat satu hari menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024.

Peristiwa ini mengundang beragam reaksi dari masyarakat.

Di sejumlah grup media sosial, banyak yang mengaitkannya dengan hal mistis, menyebut runtuhnya bangunan sebagai bentuk "kemarahan leluhur".

Menanggapi isu tersebut, anggota DPRD Pesawaran, Leninda Putri, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berkaitan dengan hal mistis, melainkan murni akibat kelalaian.

“Saya rasa ini tidak ada kaitannya dengan mistis. Ini murni kelalaian kami, baik dari anggota DPRD maupun sekretariat, yang tidak memperhatikan kondisi bangunan, terutama ornamen-ornamen yang sudah rapuh,” ujar Leninda saat dikonfirmasi Tribunlampung, Jumat sore (23/5/2025).

Ia menambahkan, faktor cuaca juga turut memperparah kondisi bangunan. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved