Ibadah Haji Lampung

Macet Parah di Muzdalifah saat Puncak Haji, Jemaah Haji Lampung Terpaksa Murur

Kemacetan tersebut membuat sejumlah jemaah, termasuk asal Lampung yang sebelumnya berangkat dari Arafah tidak bisa turun dari kendaraan bus.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi ketua kloter JKG 04
MACET PARAH - Suasana kepadatan di Muzdalifah, Jumat (6/5/2025) dini hari waktu Arab Saudi. Kemacetan parah terjadi saat puncak haji 2025 di Muzdalifah, sejumlah jemaah terpaksa murur dan langsung bergerak menuju Mina. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Kemacetan parah terjadi di Muzdalifah, Arab Saudi saat pelaksanaan puncak Haji 1446 Hijriyah/2025 masehi.

Kemacetan tersebut membuat sejumlah jemaah, termasuk asal Lampung yang sebelumnya berangkat dari Arafah tidak bisa turun dari kendaraan bus untuk singgah di Muzdalifah.

Hal ini membuat jemaah terpaksa memutuskan murur (hanya melintas) di Muzdalifah dan langsung melanjutkan perjalanan puncak haji ke Mina.

Diketahui, para jemaah haji seluruh dunia telah memulai puncak ibadah perjalanan Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) sejak 8 Dzulhijjah 1446 H atau bertepatan dengan 4 Juni 2025.

Di mana, seluruh jemaah haji telah melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah (5/6/2025) kemarin.

Usai wukuf, jemaah melanjutkan perjalanan menuju Muzdalifah.

Namun, kondisi di Muzdalifah hingga Jumat (6/6) pagi hari mengalami kepadatan luar biasa.

Ketua Kloter JKG 04 asal Lampung, Fathurrohman, kemacetan parah tersebut menyebabkan jemaah yang ia pimpin langsung menjalankan murur atau melintasi Muzdalifah tanpa turun, kemudian langsung menuju Mina.

"Untuk di Muzdalifah terjadi kemacetan sehingga kloter JKG 4 dimururkan, langsung ke Mina," ujar Fathurrohman kepada Tribun Lampung, Jumat (6/6/2025).

"Bahkan, hingga masuk waktu dzuhur, satu bus rombongan dari kloter JKG 4 masih belum mencapai maktab di Mina akibat kemacetan panjang tersebut," imbuhnya.

Menurut Fathurrohman, bukan hanya kloter JKG 4 yang mengalami murur, namun rombongan jemaah lain baik dari Indonesia maupun berbagai begara lain juga mengalami hal serupa.

"Untuk kondisi terkini, jemaah telah melaksanakan salat dzuhur secara qoshor (dua rakaat) di tenda masing-masing di Mina, salat Jumat tidak dilaksanakan karena jemaah tergolong sebagai musafir," imbuhnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved