Berita Lampung

SPMB di Lampung Diapresiasi, Kadisdikbud Lampung: Belum Sempurna

Pelaksanaan SPMB tahun ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai Ombudsman hingga Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
DIAPRESIASI - Kadisdikbud Lampung Thomas Amirico menyebut pelaksanaan SPMB tahun ini belum sempurna. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung telah merampungkan proses Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

Pelaksanaan SPMB tahun ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, mulai Ombudsman hingga Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Lampung.

Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico mengatakan, SPMB tahun ini terlaksana secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski begitu, Thomas tak menampik jika SPMB tahun ini belum sempurna.

Pihaknya masih menemukan dugaan kecurangan selama proses SPMB berlangsung.

Thomas menyebut, temuan tersebut telah diverifikasi.

Hasilnya, calon siswa yang bersangkutan telah dianulir atau didiskualifikasi.

"Ada beberapa dugaan kecurangan. Ini sudah dilakukan diskualifikasi. Kecurangannya seperti pemalsuan SKL (surat keterangan lulus), pemalsuan menggunakan surat tugas, atau KK yang tidak sinkron," kata Thomas, Kamis (26/6/2025). 

Thomas menjelaskan, tahun ini lulusan SMP di Lampung sebanyak 110.308 siswa.

Sementara daya tampung SMA/SMK negeri hanya 87.052 siswa. 

Karena daya tampung sekolah negeri yang terbatas, lulusan SMP yang tidak diterima negeri diarahkan untuk sekolah di MAN atau sekolah swasta. 

Kepala Ombudsman Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf mengapresiasi Disdikbud Lampung atas kelancaran dan transparansi pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dia menilai, Disdik Lampung telah berhasil menciptakan iklim SPMB yang minim celah untuk praktik kecurangan atau intervensi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

"Kita apresiasi upaya yang dilakukan Disdik dalam proses SPMB kemarin, termasuk kecepatan penyelesaian permasalahan," kata Nur Rakhman, Kamis (26/6/2025).

"Hanya memang tidak cukup hanya komitmen awal, tapi harus konsisten dan tetap membuka diri dan mengevaluasi. Karena memang baru pertama, maka pasti ada beberapa kekurangan dan perlu perbaikan ke depan supaya bisa lebih baik lagi," tegasnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved