JARNAS INDO Gelar Konsolidasi Ideologis

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tak melupakan sejarahnya. Jangan sekali-kali melupakan sejarah - Bung Karno

JARNAS INDO Gelar Konsolidasi Ideologis - KONSOLIDASI-Sejumlah-mantan-aktivis-mahasiswa-5.jpg
Dokumentasi JARNAS.INDO
KONSOLIDASI - Sejumlah mantan aktivis mahasiswa yang tergabung di Organisasi Jaringan Nasional Indonesia gelar agenda konsolidasi ideologis.
JARNAS INDO Gelar Konsolidasi Ideologis - KONSOLIDASI-Sejumlah-mantan-aktivis-mahasiswa567.jpg
Dokumentasi JARNAS.INDO
KONSOLIDASI - Sejumlah mantan aktivis mahasiswa yang tergabung di Organisasi Jaringan Nasional Indonesia gelar agenda konsolidasi ideologis.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Sejumlah mantan aktivis mahasiswa yang tergabung di Organisasi Jaringan Nasional Indonesia gelar agenda konsolidasi ideologis di kantor sekretariat JARNAS.INDO di Ruko Curugan, Blok B,C,D Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat, Minggu (6/7/2025).

Ketua Harian JARNAS.INDO Adhi Wibowo selaku menyampaikan, mantan aktivis mahasiswa punya tanggung jawab yang besar untuk melanjutkan perjuangan para founding fathers kita di Indonesia.

"Jelas tujuan kita bernegara adalah untuk memakmurkan rakyat Indonesia, bukan hanya memperkaya segelintir elit oligarki saja," katanya dalam keterangan tertulis, Senin (7/7/2025).

Adhi juga menegaskan, mantan aktivis mahasiswa harus tetap menjaga nilai-nilai idealismenya sebagai aktivis yang pernah berjuang bersama rakyat.

"Kita sebagai anak bangsa harus berani bersikap dan tidak melupakan sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia, meskipun sejarah itu kelam," lanjutnya.

Hal ini juga menegaskan jika mantan aktivis kemudian masuk ke dalam lingkaran pemerintah, maka jangan sekali-kali menjadi alat kekuasaan dan mudah disetir oleh narasi penguasa.

JARNAS.INDO mengecam kepada siapapun yang berupaya menggeser dan mengaburkan fakta dan peristiwa kelam dari sejarah Indonesia.

Bukan hanya peristiwa kerusuhan 98 yang secara fakta telah terjadi perkosaan secara masal seperti yg dilaporkan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) 1998, tetapi juga terhadap semua peristiwa kelam yang lainnya termasuk peristiwa 65 yang sampai sekarang masih dikaburkan.

Akhmad Rianto, Dewan Pembina JARNAS yg juga aktif sebagai pengacara rakyat di Makassar menekankan pernyataan Menteri Fadli Zon telah mencederai rasa keadilan para penyintas peristiwa 98 yg sampai hari ini belum mendapatkan keadilan.

Dalam acara konsolidasi ideologis tersebut, JARNAS.INDO menegaskan kepada semua kader agar mau belajar dari sejarah, sehingga kita tidak melupakan dari mana kita lahir dan kemana arah perjuangan bangsa kedepan.

Melihat kebutuhan untuk menyamakan perspektif dalam menganalisa sejarah gerakan rakyat dan peristiwa-peristiwa kelam yang terjadi di Indonesia, Damar Panca selaku Sekjend JARNAS.INDO akan mendorong konsolidasi ideologis ini menjadi ruang diskusi yang lebih luas lagi dengan melibatkan mantan Aktivis 98, pasca 98, dan beberapa tokoh nasional yang independen.

Sejauh ini sudah ada beberapa kawan-kawan jaringan aktivis 98 dàri berbagai kota antara lain, Surya (Bandung), Anton (Jakarta), Dahlan (Aceh), Aven (Surabaya), Toni (Semarang), Rona (Kaltim) dan banyak lagi yang bersepakat untuk mengadakan pertemuan (Retret) di Kaliurang Jogyakarta dalam waktu dekat ini.

Kegiatan konsolidasi ideologis sengaja di desain dalam konsep Retret di daerah pedalaman yang jauh dari keramaian agar diskusinya bisa lebih mendalam untuk membaca situasi nasional saat ini dan sekaligus melakukan napak tilas terhadap sejarah perjuangan rakyat Indonesia.

Untuk merealisasikan agenda ini, sudah terkonfirmasi perwakilan mantan aktivis mahasiswa yang akan ikut bergabung dalam agenda konsolidasi ideologis tersebut.

Diantaranya perwakilan dari Aceh,  Sumut, sumbar, Jambi, sumsel, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, NTB, NTT, Kalimatan Timur, Kalbar, Sulawesi Selatan, Sulut, Sulteng, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Pegunungan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Tags
Aktivis 98
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved