Berita Terkini Nasional

Terungkap Pesan Mencurigakan Ipda Haris sebelum Brigadir Nurhadi Tewas

Diketahui Brigadir Nurhadi tewas di dasar kolam vila Gili Trawangan bukan karena tenggelam.

kompas.com/dokumentasi polisi
POLISI TEWAS - Pesan mencurigakan Ipda HC (Haris Candra) kepada Brigadir Nurhadi sebelum ditemukan tewas dibongkar keluarganya. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NTB - Terungkap pesan mencurigakan Ipda HC (Haris Candra) kepada Brigadir Nurhadi sebelum ditemukan tewas.

Diketahui Brigadir Nurhadi tewas di dasar kolam vila Gili Trawangan bukan karena tenggelam.

Sebab hasil autopsi mengungkap kematian Brigadir Nurhadi diduga karena adanya penganiayaan.

Sampai saat ini polisi terus melakukan proses hukum untuk mengungkap kematian Brigadir Nurhadi.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka yakni dua atasan Brigadir Nurhadi, Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan istri I Gede Haris Chandra. Serta seorang wanita Misri Puspita.

Terkait kematian Brigadir Nurhadi tersebut telah membuat keluarganya merasa kehilangan mendalam.

Keluarga juga merasakan kematian Brigadir Nurhadi janggal.

Kini keluarga membongkar isi pesan di aplikasi WhatsApp (WA) Brigadir Muhammad Nurhadi sebelum tewas di kolam renang vila Gili Trawangan.

Reni (35), kakak Ipar Nurhadi mengatakan sempat membuka WA di HP Nurhadi bersama keluarga, yang di dalamnya ada pesan dari tersangka Ipda HC (Haris Candra) yang memintanya tak ikut campur.  

"Di WhatsApp itu terlihat percakapan tersangka HC yang memintanya (Nurhadi) diam saja, itu di screenshot oleh almarhum dikirim ke tersangka YG, sayangnya saya tidak kirim hasil screenshot itu ke handphone saya."

"Ada banyak yang bisa kita lihat di sana, tapi sudah disita," kata Reni.  

Reni juga selalu mengecek apa yang sebenarnya terjadi di Gili Trawangan saat Nurhadi dibawa ke Klinik Warga. 

Reni mendapati informasi yang berbeda antara keterangan polisi dan informasi dari rekan rekannya di Gili Trawangan.  

Reni mengatakan, polisi menyebut kepada keluarga, luka pada Nurhadi karena terjatuh dari cidomo (alat transportasi tradisional yang ada di Gili Trawangan).  

"Kemudian juga kami dikabari Nurhadi saat kritis dibawa ke Klinik Warna diantarkan YG tetapi rekannya di klinik mengatakan tidak ada YG yang ikut mengantar ke klinik," kata dia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved