Berita Terkini Nasional

Wali Murid Mengeluh Kebijakan Dedi Mulyadi Sekolah Masuk Pukul 06.30

Mayoritas wali murid yang mengeluh ketentuan Dedi Mulyadi tersebut dari kalangan emak-emak.

TribunPriangan.com/Ai SaniNuraini
JAM SEKOLAH JABAR - Hari pertama sekolah di SMPN 1 Ciamis dirangkai dalam kegiatan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (15/7/2024). Wali murid mengeluh kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi masuk sekolah pukul 06.30 mulai 14 Juli 2025. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jawa BaratSejumlah wali murid mengeluh dengan kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sekolah masuk pukul 06.30 WIB mulai 14 Juli 2025.

Mayoritas wali murid yang mengeluh ketentuan Dedi Mulyadi tersebut dari kalangan emak-emak.

Sebab para ibu harus bangun pagi buta untuk menyiapkan anak-anak mereka sebelum masuk sekolah.

Belum lagi ditambah dengan rutinitas lain, seperti pekerjaan catering harian.

Hal ini seperti yang dialami Anisa. Ibu dua orang anak mengaku, tidak setuju dengan aturan itu.

Menurut dia, aturan masuk sekolah pukul 06.30 cukup memberatkan dari sisi orangtua.

Anisa yang juga memiliki catering harian ini harus bangun dini hari ini untuk membuat pesanan catering.

Ditambah lagi, menyiapkan keperluan anak-anak sekolah seperti sarapan hingga harus mengantar anak ke sekolah jika suaminya harus masuk kerja shift malam.

“Kali ini tidak setuju dengan kebijakan KDM. Jadi rungkad banget pagi ini, gedebag gedebug ngerjain catering harian sendirian karena minta subuh semua. Emak – mak se-Jabar pagi ini sibuk banget,” tutur dia, Senin (14/7/2025).

Hal senada juga disampaikan Fahdi, ayah dari 2 orang anak.

Ia tidak setuju, karena bisa mengganggu jam tidur anak.

Anak jadi bangun terlalu pagi dan berisiko kekurangan tidur.

Selain itu, ia dan istri cukup kerepotan dalam mempersiapkan dan mengantar anak sekolah pada pukul 06.30 itu.

“Idealnya jam 7 saja. Karena saya dan istri sama-sama bekerja, seperti terburu-buru jika harus mengantar anak jam 06.30. Di sisi lain, anaknya juga akan kurang tidur dan itu bisa membuat anak bad mood seharian,” ungkap dia.

Sementara orangtua dari dua anak, Puspitasari(34) menyatakan, perlu sosialisasi yang lebih banyak untuk menerapkan aturan tersebut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved