Berita Lampung

Mobil Rusak Kena Peluru Nyasar, Polsek Way Jepara Beri Penjelasan

Polisi mengklarifikasi isu peluru nyasar yang mengenai sebuah mobil di Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur. 

|
Dok Polsek Way Jepara
OLAH TKP - Polsek Way Jepara melakukan penyelidikan dan olah TKP terkait dugaan isu peluru nyasar, Rabu (2/8/2025). 

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur – Polisi mengklarifikasi isu peluru nyasar yang mengenai sebuah mobil di Desa Braja Sakti, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur

Polsek Way Jepara bergerak cepat melakukan pengecekan dan klarifikasi terhadap informasi tersebut.

Dalam sebuah unggahan di Instagram, terlihat seorang wanita berinisial TT (30) mengaku mobilnya terkena pelutu nyasar.

Akibatnya, kaca mobilnya pecah. 

Peristiwa itu disebutkan terjadi di depan sebuah warung makan ayam geprek yang berada di sisi lapangan Desa Braja Sakti.

Setelah menerima laporan dari TT, Kapolsek Way Jepara Iptu AE Siregar bersama anggotanya segera menuju tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Siregar mengatakan, polisi sudah memeriksa kondisi mobil milik TT dan meminta keterangan dari para saksi di sekitar lokasi kejadian.

Namun, polisi tidak menemukan adanya tanda kerusakan yang diakibatkan oleh peluru.

"Dari hasil pemeriksaan di TKP dan kendaraan korban, tidak ditemukan adanya proyektil maupun serpihan logam yang mengindikasikan adanya tembakan, baik dari senjata api maupun senapan angin," ujar Kapolsek saat dikonfirmasi, Minggu (3/8/2025).

Selain itu, lanjut dia, pihak kepolisian juga tidak mendapati adanya saksi yang mengaku mendengar suara ledakan ataupun tembakan senjata api di sekitar lokasi.

"Tidak satu pun melihat adanya orang yang membawa atau menggunakan senapan angin maupun senjata sejenis," bebernya.

Kapolsek kemudian menyarankan kepada korban TT untuk membuat laporan resmi agar dapat dilakukan penyelidikan lebih lanjut. 

Namun, korban tidak berkenan membuat laporan dengan alasan hanya ingin mengetahui penyebab kerusakan kaca mobilnya.

“Sampai saat ini, tidak ditemukan bukti kuat adanya peluru nyasar sebagaimana yang disebutkan. Kami tetap terbuka jika yang bersangkutan ingin melapor secara resmi,” tutupnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved