Berita Viral

Pengakuan Mengejutkan Ayah Brigadir Esco, Sebut Organ Anaknya Menghilang

Pengakuan mengejutkan ayahanda Brigadir Esco Fasca Rely, Samsul Herawadi. Ia menilai banyak kejanggalan dalam kasus kematian anaknya.

Editor: Kiki Novilia
Istimewa/TribunLombok.com
ORGAN TUBUH HILANG - Jenazah Brigadir Esco warga Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat ditemukan warga di bawah pohon dengan leher terjerat tali, Senin (25/8/2025). Pengakuan mengejutkan ayahanda Brigadir Esco Fasca Rely, Samsul Herawadi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NTB - Pengakuan mengejutkan ayahanda Brigadir Esco Fasca Rely, Samsul Herawadi. Ia menilai banyak kejanggalan dalam kasus kematian sang putra. 

Ayah Brigadir Esco pun memberi pengakuan mengejutkan. Ia menyebut ada anggota tubuh yang hilang dari jasad putranya itu. "Sangat-sangat banyak (kejanggalan). Kalau ditanya hal kejanggalan sangat banyak karena ada anggota tubuh, organ tubuh yang hilang," jelas Samsul kepada TribunLombok.com, Rabu (27/8/2025). 

Brigadir Esco merupakan seorang intel di Polsek Sekotong Lombok Barat yang ditemukan meninggal dunia setelah keluarga hilang kontak sejak 19 Agustus 2025. Jasad Brigadir Esco ditemukan oleh mertuanya sendiri, Saiun pada Minggu (24/8/2025) pukul 11.30 WITA di lereng bukit Dusun Nyiur Lembang, Desa Jembatan Gantung, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Brigadir Esco ditemukan dalam keadaan leher terjerat tali, membengkak, dan wajah hampir tidak dikenali. Saiun juga tidak menyangka bahwa jasad yang dia temukan adalah menantunya yang sudah beberapa hari hilang kontak.

Dikatakan Samsul, saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh proses Polres Lombok Barat, dirinya dibacakan penyebab kematian Brigadir Esco adalah karena benda tumpul. Ia meyakini anaknya dibunuh. 

"Saya bilang begini. Mohon maaf Pak, ini bukan luka. Ini hilang organ tubuh. Bukan luka. Namanya luka itu bekas cuma tidak hilang. Jadi disitu luka itu hilang, bukan luka," tegas Samsul. 

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Mohammad Kholid mengungkapkan, saat ini pihaknyaa telah membentuk tim gabungan, terdiri dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB bersama Polres Lombok Barat. Menurut Kholid, kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pengungkapan fakta serta memberikan jawaban yang objektif dan transparan kepada publik.

“Institusi Polri berkomitmen penuh untuk menuntaskan perkara ini dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan. Mohon doa dan dukungan dari seluruh pihak agar kasus ini dapat segera terungkap,” kata Kholid, Selasa (26/8). 

Kholid menjelaskan bahwa sejak laporan diterima, pihaknya telah melakukan serangkaian langkah awal mulai dari identifikasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), visum hingga autopsi terhadap jenazah korban.

“Hasil dari proses tersebut saat ini sudah dikantongi penyidik, dan pemeriksaan masih terus dilakukan melalui pendekatan Scientific Crime Investigation. Semua langkah ini dilakukan untuk memastikan perkara dapat diungkap secara terang benderang,” ujar dia. 

Berita Selanjutnya Kematian Brigadir Esco Intel Polisi Dinilai Janggal, Keluarga sempat Minta Bantu Dukun

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved