Advertorial
Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics, Kunci Keberlanjutan Organisasi di UGM
Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi menjadi fondasi utama membangun tata kelola perusahaan yang baik.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi menjadi fondasi utama membangun tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Termasuk untuk mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka panjang.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa Raharja Harwan Muldidarmawan menyampaikan itu dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM).
Harwan menyampaikan, penerapan prinsip etika bisnis dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.
Pendekatan ini turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan akuntabilitas.
“Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai
strategi manajemen yang tepat," ujarnya di Faculty Meeting Room (FMR) MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, Selasa (31/4/2026).
"Tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset
utama perusahaan,” sambung dia.
Lebih lanjut, Harwan menekankan bagi perusahaan yang bergerak di sektor
layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika,
dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan.
“Selain itu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” tambahnya.
Harwan memaparkan, PT Jasa Raharja menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan.
Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko.
Pendekatan ini juga didukung sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat.
Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan, setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan 2 secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang.
Hal ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat
menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui
berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Program Studi MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta Prof. Amin Wibowo, Ph.D menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/KULIAH-TAMU-Direktur-Kepatuhan-dan-Manajemen-34.jpg)